Pengendara E-Skuter Tidak Perlu Memakai Helm di Jepang Selama Periode Pengujian

The National Police Agency (NPA) mengumumkan pada 4 Februari 2021 bahwa mereka akan menetapkan tindakan khusus di Jepang untuk skuter listrik (kendaraan roda dua yang dapat dikendarai dalam keadaan berdiri) untuk tidak mengharuskan pengendara mengenakan helm selama tes jalan yang ditetapkan mulai bulan April.

Di bawah Road Traffic Act, skuter ini diklasifikasikan sebagai “sepeda bermotor” dan pengendara harus memakai helm, tetapi peraturan akan dilonggarkan untuk periode uji coba yang dijadwalkan di Tokyo, Fukuoka, dan kota-kota lain yang berlangsung hingga Oktober.

Bisnis E-scooter-sharing telah meminta pelonggaran aturan. Operator memulai eksperimen pada Oktober 2020 menggunakan jalur sepeda, yang tidak diizinkan oleh undang-undang, dan total jarak yang ditempuh hingga Desember melebihi 2.600 kilometer. Namun hingga 28 Januari 2021 tidak ada laporan kecelakaan lalu lintas atau pelanggaran yang melibatkan skuter.

Menanggapi hasil ini, NPA memutuskan untuk mengkategorikan skuter listrik sebagai “kendaraan bermotor kecil khusus”, sama seperti kendaraan petani yang dapat dikendarai tanpa helm. Untuk mengendarai skuter listrik di jalan umum maka harus membutuhkan SIM. Untuk memastikan keselamatan maka kecepatan kendaraan tidak boleh melebihi 15 kilometer per jam dan area dengan lalu lintas padat akan dikeluarkan dari zona di mana pengendara tidak perlu memakai helm.

Keputusan akhir tentang tindakan khusus untuk skuter listrik akan dibuat setelah mendapatkan feedback dari publik.

Sc: Mainichi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here