Penggunaan Masker Saat Jurnalis Membawakan Berita di Jepang Jadi Perdebatan Sengit, Apa Pendapatmu?

@ƒ}ƒXƒNŽp‚Ńjƒ…[ƒX”Ô‘g‚ɏo‰‰‚·‚é‘å]–ƒ—ŽqƒLƒƒƒXƒ^[iƒeƒŒƒr“Œ‹žƒz[ƒ€ƒy[ƒW‚æ‚èj

Masker kini menjadi barang wajib digunakan untuk beraktivitas ditengah pandemi corona demi tidak menyebarkan virus. Namun belakangan ini, penggunaan masker bagi sang jurnalis yang sedang membawakan acara berita di stasiun televisi Jepang menjadi perdebatan panas.

Salah satu stasiun TV raksasa Jepang TV Tokyo yang telah menerapkan penggunaan masker bagi pembawa berita sejak 18 Januari lalu telah meminta respon dari para warganet.

Namun beberapa diantaranya mengatakan bahwa menggunakan masker saat membawakan berita seperti profesi jurnalis tidak diperlukan karena akan menghambat pekerjaan.

Selain tidak bisa melihat ekspresi jurnalis yang membawakan berita, suara yang keluar juga dirasa kadang tidak terdengar dengan jelas.

Berbagai respon yang masuk menjadi perdebatan antara masker yang digunakan untuk mengurangi resiko penyebaran virus dan juga menghambat pekerjaan.

Selain itu, berbagai stasiun televisi lain yang menerapkan menggunakan pelingung mulut dengan warna bening untuk mencegah infeksi juga menuai kritik di media sosial Jepang.

Meski begitu, beberapa ahli dari berbagai Universitas di Jepang menyerukan bahwa penerapan Pshycal Distancing juga dirasa sudah cukup untuk mengurangi resiko infeksi.

Bagaimana pun juga, masker bukan menjadi alat utama dan paling berpengaruh untuk membendung penyebaran virus jika beberapa protokol kesehatan lain seperti menjaga jarak masih saja diabaikan.

Source : KN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here