Penjualan Buku Jepang Di 2020 Naik 5% Dari 2019 Berkat Kimetsu No Yaiba

@”„‚èê‚É•À‚ׂç‚ꂽu‹S–ł̐nv‚̍ŏIŠª‚Æ‚È‚é‚Q‚RŠª‚S“úŒß‘OA“Œ‹ž“sa’J‹æ

Menurut artikel di Nihon Keizai Shimbun pada 25 Januari, The Publishing Science Institute, yang melakukan penelitian dan survei tentang industri penerbitan, telah mengumumkan bahwa perkiraan penjualan buku gabungan edisi kertas dan digital di Jepang pada tahun 2020 adalah 1.616,8 miliar yen (Rp 219 Triliun), yang naik 5% dari 2019 terutama berkat manga buatan Koyoharu Gotouge yaitu Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba.

Ini adalah tahun kedua berturut-turut penjualan melebihi tahun sebelumnya. Penerbitan digital tumbuh secara signifikan, naik 28% dengan menyumbang 393,1 miliar yen (Rp 53 Triliun). Manga digital merupakan yang sangat berkontribusi dalam menyumbang pertumbuhan penerbitan digital, dengan meningkat 32% menjadi 342 miliar yen (Rp 46 Triliun).

Sementara penjualan edisi kertas hanya turun 1%. Itu adalah penurunan dari tahun ke tahun selama16 tahun berturut-turut, tetapi tingkat penurunannya paling kecil sejak 2005. Di sisi lain, penjualan manga edisi cetak termasuk tankobon meningkat sebesar 24%.

Artikel tersebut menulis, “Efek penjualan Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba menyebar tidak hanya ke komik, tetapi juga ke novel, majalah dengan materi tambahan, dan publikasi lain secara keseluruhan.” Jumlah total salinan yang dicetak dalam seri manga telah melampaui 120 juta dengan rilis volume terakhir ke-23 pada Desember 2020.

Sc: Crunchyroll

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here