Peringati 77 Bom Atom Nagasaki, Jepang Tetap Jaga Prinsip Tolak Senjata Nuklir

Upacara peringatan yang menandai jatuhnya bom atom di Nagasaki telah digelar pada 9 Agustus kemarin dengan walikota Nagasaki Tomihisa Taue yang menyerukan bahwa penghapusan senjata nuklir harus dihapuskan di dunia.

Invasi militer Rusia ke Ukraina dan juga ketegangan antara China dan Taiwan menjadi perhatian serius karena perang nuklir di era sekarang sangat bisa terjadi.

3 hari sebelum itu, Jepang juga memperingati penjatuhan bom atom di Hiroshima yang dihadiri langsung oleh Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida.

Penjatuhan bom atom pada perang dunia II hingga Jepang menyatakan kalah dan menyerah menjadikan sejarah kelam negara tersebut yang tak pernah terlupakan hingga Jepang  berkomitmen untuk menolak pengembangan senjata nuklir bahkan ikut mengkampanyekan menolak negara yang mengembangkan senjata nuklir.

Pada pidato peringatan tersebut, Walikota Taue ingin agar negara yang memiliki senjata nuklir untuk segera mencapai pelucutan senjata mematikan tersebut secara konkret.

Bahkan Taue juga mendesak pemerintah pusat agar berdiskusi dan menandatangani perjanjian PBB yang melarang senjata nuklir.

Invasi militer Rusia ke Ukraina telah membuat kekuatan nuklir Rusia dalam siaga tinggi hingga memicu kekhawatiran dunia jika terjadi perang nuklir seperti pada masa perang dunia 1945.

Source : KN