Peserta Banyak yang Kabur, Jepang Blokir 5 Perusahaan Pengirim Progam Pelatihan Magang Vietnam

The Orginazation for Technical Intern Training Japan (OTIT) yang mengawasi terkait pengiriman tenaga kerja magang mengatakan bahwa pihaknya tidak akan lagi bekerja sama dengan 5 perusahaan lokal Vietnam seiring tingginya jumlah pekerja Vietnam yang tiba-tiba menghilang setelah mulai bekerja di Jepang.  

Dilansir dari Asahi Shimbun, OTIT telah melaporkan masalah tersebut ke pemerintah Vietnam lewat Departemen Tenaga Kerja Luar Negeri.

Setiap pemagang yang akan dikirim ke Jepang diharuskan melalui proses penyetujuan dari pemerintah Vietnam dan perusahaan dengan layanan pemagangan tercatat ada sebanyak 460 perusahaan.

OTIT mengatakan bahwa jumlah pemagang yang dikirim dari 5 perusahaan tersebut meningkat hingga 3x lipat dari rata-rata semua perusahaan.

Nantinya, 5 perusahaan yang telah diblokir OTIT tidak bisa lagi mengirimkan pemagang ke Jepang.

Program pemagangan sebenarnya dibuka oleh pemerintah Jepang demi memberikan keterampilan bagi pekerja agar dapat digunakan ketika peserta kembali ke negara mereka.

Program ini juga mendapat banyak kritik terutama bagi orang yang skepts melihat program tersebut sebenarnya cara Jepang dalam mengatasi krisis tenaga kerja.

Menurut para peserta, banyak yang mengeluh karena dianggap dieksploitasi, dengan upah lembur ditahan dan dipaksa bekerja dalam jam kerja yang panjang dengan harga murah dan hal tersebut memunculkan peserta yang tiba-tiba kabur dari pekerjaannya.

Dalam undang-undang Jepang yang memberikan perlindungan hukum tentag trainee praktek kerja menyatakan bahwa perusahaan pengirim magang diharuskan bertindak sebagai perantara dan melibatkan pembuatan serangkaian kontrak dengan OTIT sebagai organanisasi yang mengawasi hal tersebut.

Source : asahi