Presiden Moon : Penyitaan dan Penjualan Aset Perusahaan Jepang demi Kompensasi Adalah Hal yang Tidak Diinginkan Hubungan Bilateral

Buntut panjang dari pengadilan Korea Selatan yang memutuskan untuk menyita aset perusahaan Jepang yang ada di Korea sebagai ganti rugi kompensasi tenaga kerja di masa perang tidak kunjung usai.

Kemarin Senin (18/1/21), Presiden Korea Selatan Moon Jae In mengatakan bahwa langkah yang diambil Korea Selatan tersebut adalah hal yang tidak diiginkan dalam hubungan bilateral negara.

Jepang dan Korea Selatan memang tengah berselisih terkait dengan putusan yang dinilai pemerintah Jepang sebagai putusan sepihak yang dilakukan pengadilan Korea Selatan terhadap kompensasi di masa perang.

Pemerintah Jepang tetap bersih kukuh pada pendiriannya, bahwa semua masalah terkait dengan kompensasi di masa perang tersebut telah diselesaikan pada perjanjian bilateral tahun 1965.

Selain itu, Korsel juga dinilai telah melanggar aturan sejak mantan PM Jepang Shinzo Abe yang telah sepakat memberikan ganti rugi untuk kompensasi wanita penghibur di masa perang sebesar 1 miliar yen kepada mantan Presiden Korea di tahun 2015 lalu.

Presiden Moon mengatakan bahwa prioritasnya saat ini adalah bagaimana menemukan solusi terbaik untuk kedua belah negara dan juga tetap memuaskan para penggugat.

Namun pemerintah Jepang tetap menolak terlibat dalam gugatan soal kompenasasi wanita penghibur tersebut karena dianggap telah selesai dan seharusnya tunduk pada hukum internasional.

Source : KN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here