Rupiah Perkasa Yen Anjlok, Dampak Krisis Energi Dimulai?

Nilai tukar Yen terus mengalami pelemahan dalam beberapa waktu terakhir hingga mencapai angka terendahnya 1 JPY=Rp 122 pada 15 Oktober lalu.

Tercatat hingga hari ini, kurs Yen belum menunjukan pergerakan naik secara siginifikan dan bertengger di angka Rp 123.

Tak hanya itu, kurs Rupiah juga perkasa terhadap nilar tukar mat uang Dollar Amerika yang menyentuh angka 14.074 per 1 USD hingga hari ini.

Sejak beberapa waktu, Eropa, China dan Jepang telah disinyalir akan mengalami krisis energi yang diakibatkan tingginya permintaan listrik demi pemulihan ekonomi tanpa diimbangi dengan pasokan energi hingga terjadi kenaikan harga listrik.

Jepang sendiri pun telah mencatatkan mengalami kenaikan harga listrik ke level yang tertinggi dalam 9 bulan terakhir. Akibatnya, banyak operasional bisnis yang mengharuskan menaikan biaya operasional hingga menyebabkan inflasi.

Sementara itu di Indonesia sendiri, Direktur PT PLN telah mengkonfirmasi bahwa perusahaan penyedia listrik bagi konsumen tersebut siap memenuhi permintaan karena pasokan listrik di negeri kita melimpah.

Bahkan PLN mengajak masyarakat untuk menggunakan listrik secara efektif terutama untuk keperluan operasional usaha demi perputaran ekonomi.