Sebanyak 895 WN Jepang Tercatat di Otoritas Shanghai Sebagai “Teroris Uighur”

Sebanyak 895 WN Jepang masuk dalam daftar 900.000 orang lain yang dianggap oleh otoritas Shanghai China sebagai teroris uighur.

Dilansir dari Asahi Shimbun, data tersebut diambil berdasarkan data analisis Internet 2.0, sebuah perusahaan keamanan siber Australia. Perusahaan tersebut juga merupakan penasihat keamanan dari berbagai negara termasuk Amerika, Australia dan Kanada.

WN Jepang yang tercatat sebagai teroris uighur tersebut hanyalah pengusaha dan pekerja di Shanghai maupun orang yang sering melakukan perjalanan bisnis ke Shanghai.

Internet 2.0 menyimpulkan bahwa data yang diperiksanya tersebut merupakan sebagian kecil dari pengawasan masal penduduk dan pengunjung di kota Shanghai.

Data tersebut diteruskan kepada pemerintah Jepang dan menyimpulkan bahwa kebanyakan dari mereka adalah karyawan yang bekerja di perusahaan dan juga pedagang.

Dari jumlah yang tercatat, sebanyak 7600 orang diantaranya dituduh oleh pemerintah China melakukan kampanye hitam di sebuah negara merdeka dan orang tersebut merupakan korban dari penindasan pemerintah.

Selain WN Jepang, ada juga beberapa negara lain seperti 673 WN asal Korea Selatan dan juga 697 WN Amerika yang tercatat sebagai teroris uighur.

Source : asahi