Seberapa Kuat Hubungan Bilateral Ekonomi Antara Jepang dan Cina? Simak Berikut!

YOKOHAMA, JAPAN - OCTOBER 01: A man holds Chinese and Japanese national flags during a parade celebrating the 70th anniversary of the founding of People's Republic of China at Yokohama China Town on October 01, 2019 in Yokohama, Japan. Chinese people living in Japan celebrated their national holiday today in the popular tourists destination near Tokyo as Japan is set to be one of the most popular overseas destinations for tourists from mainland China during the holiday. (Photo by Tomohiro Ohsumi/Getty Images)

Tak bisa dipungkiri perkembangan negara Tiongkok memang tak bisa dipandang sebelah mata. Bahkan, kedudukan ekonomi terbesar dunia, Tiongkok berhasil menggeser Jepang pada 2011 dan kini menduduki peringkat 2 dengan nilai US$12.238 Milyar.

Terlepas dari hubungan politik yang memanas dalam beberapa waktu terakhir antara Cina dan Jepang tak membuat hubungan ekonomi mereka terganggu bahkan mesra.

Dilansir dari tradingeconomics, Cina masih menduduki peringkat 1 sebagai negara dengan mitra dagang terbesar Jepang dengan total nilai mencapai US$136,85 Milyar.

Setiap tahunnya, barang di Jepang yang diimpor dari Cina paling banyak didominasi oleh kategori barang elektronik, perlengkapan elektronik dengan total mencapai US$45,66 Milyar.

Sebaliknya, barang di Cina yang diimpor dari Jepang didominasi oleh kategori produk mekanik dan juga bahan elektrikal mentah maupun jadi dengan total diperkirakan US$108 Milyar.

Tak hanya soal ekspor dan impor, data pengunjung wisata ke Jepang juga selalu didominasi wisatawan dari Tiongkok sehingga sektor pariwisata dari Cina sangat berpegaruh di Jepang.

Tiongkok sendiri memang terkenal akan barang elektronik dan perlengkapan elektronik yang dihasilkannya. Hal ini pun terbukti di negara kita Indonesia dengan nilai impor terbesar dari Cina didominasi oleh kategori yang sama dengan total diperkirakan mencapai US$9,38 Milyar.

Sejak beberapa waktu terakhir, Jepang yang beraliansi dengan Amerika dan mendukung Taiwan membuat politik kedua negara memanas karena Cina menganggap masalah tersebut tidak seharusnya diintervensi. Hubungan mereka diperparah dengan adanya perseturuan sengketa pulau bernama Diayou Island atau Takeshima island yang tidak kunjung usai.

Source : economics