Sebut LGBT Bertentangan dengan Pelestarian Spesies, Akankah Jepang Jadi Satu-satunya Negara Menolak LGBT di G7?

Salah seorang yang duduk di kursi parlemen Jepang bernama Kazuo Yana mengatakan bahwa menjadi kaum LGBT merupakan bertentangan dengan pelestarian spesies karena akan mematikan keturunan.

Pernyataan tersebut diungkapkan Kazuo saat pembahasan RUU lintas partai yang membahas mengenai pemahaman tentang minoritas seksual di negara tersebut.

Tahun 2018 lalu, seorang parlemen yang juga dari partai yang sama dengan Kazuo dikecam usai mengatakan bahwa pemerintah seharusnya tidak mendukung pasangan LGBT karena mereka tidak bisa menghasilkan keturunan sehingga dinilai tidak produktif.

Meski begitu, Kazuo menegaskan bahwa ia sama sekali tidak berniat untuk mendeskriminasikan kaum LGBT.

Pernyataan tersebut diungkapkan Kazuo usai adanya diskusi dari sesama parlemen yang membahas tentang hal yang sering terjadi ketika seseorang lahir sebagai laki-laki dan diidentifikasi dalam administrasi sebagai perempuan dan menggunakan toilet perempuan.

Beberapa anggota parlemen lain pun ada yang mengkritik pernyataan Kazuo tersebut karena dianggap diungkapkan secara tidak jelas dan menyakiti hati para kaum LGBT.

Saat ini sendiri, Jepang memang menjadi satu-satunya negara dalam keanggotaan negara maju G7 yang belum mengakui dan mengizinkan pasangan LGBT. Dalam beberapa waktu, memang pembahasan mengenai paham kaum minoritas seksua menjadi kontroversi usai mencuatnya berbagai pernyataan dari pejabat Jepang.

Di satu sisi, jika Jepang melegalkan pasangan LGBT maka pemerintah harus bersiap dalam menangani populasi Jepang yang terus menurun setiap tahunnya. Namun dengan melegalkan LGBT, Jepang juga akan menjadi negara yang mendukung hak asasi kaum seksual minoritas.

Source : japantimes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here