Sejak 2013 hingga 2020, Jepang Telah Berikan Izin Khusus pada 93 Warga Asing Membawa Pasangan Sesama Jenis

Participants smile as they march in the Tokyo Rainbow Pride parade on the streets of Tokyo, Japan, 06 May 2018. About 7000 people participated in the march, of sexual minorities of the LGBT (lesbian, gay, bisexual, and transgender) community and their supporters paraded through the streets of downtown Tokyo to promote a society free of prejudice and discrimination. (Photo by Alessandro Di Ciommo/NurPhoto via Getty Images)

Antara tahun 2013 hingga 2020, setidaknya pemerintah Jepang telah memberikan izin khusus bagi 93 warga asing yang membawa pasangan sesama jenis ke Jepang dengan alasan kemanusiaan.

Menurut Badan Layanan Imigrasi Jepang, warga asing yang membawa pasangan sesama jenis mereka diharuskan berasal dari negara dimana yang mengakui pernikahan sesama jenis.

Mereka diberikan izin visa khusus yang dilatarbelakangi oleh alasan kemanusiaan.

Meski begitu, Jepang sendiri hingga saat ini belum mengakui pernikahan sesama jenis yang dilakukan di negaranya sehingga pemerintah tidak akan mengeluarkan izin jika pasangan sesama jenis tersebut berasal dari warga Jepang.

Pada 17 Maret lalu, pengadilan di Sapporo yang menyatakan bahwa tidak mengakui pernikahan sesama jenis adalah bentuk kegagalan pemerintah Jepang dalam menegakan hak kesetaraan gender menjadikan titik cerah bagi para pasangan LGBT di Jepang.

Mereka menilai bahwa berarti pemerintah setidaknya telah memberikan respon mengenai pernikahan sesama jenis dan hanya tinggal menunggu tindakan nyata.

Sebanyak 29 negara di dunia yang mencakup Belanda, Amerika, Afrika Selatan, Taiwan dan lainnya telah melegalkan pernikahan sesama jenis. Jepang juga menjadi satu-satunya negara yang belum mengakui pernikahan sesama jenis dari anggota organisasi negara dunia G7 lainnya.

Source : JT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here