Operator Tokyo Skytree, menara tertinggi di Jepang, mengumumkan bahwa lift yang sempat mengalami gangguan pada Februari akan kembali beroperasi.
Lift tersebut telah menjalani pemeriksaan menyeluruh dan dijadwalkan kembali digunakan mulai Rabu pagi, menurut pihak operator.
Insiden terjadi pada 22 Februari, ketika dua dari empat lift berhenti saat bergerak antara pintu masuk lantai empat dan dek observasi setinggi 350 meter. Salah satu lift membawa 20 penumpang, sementara lift lainnya dalam keadaan kosong.
Para penumpang sempat terjebak lebih dari lima jam di dalam lift, pada ketinggian sekitar 30 meter dari permukaan tanah. Tidak ada korban luka dalam kejadian tersebut.
Sementara itu, tiga lift lainnya sudah lebih dulu kembali beroperasi.
Pihak operator menjelaskan bahwa sejumlah langkah keamanan tambahan telah diterapkan, termasuk mengganti kabel listrik yang rusak akibat goyangan menara setinggi 634 meter tersebut saat diterpa angin kencang.
Sc : KN








