Seorang Wanita dari Industri Layanan Seks Menggugat Pemerintah Jepang Usai Dikecualikan dari Penerimaan Bantuan

Seorang wanita yang mengaku dari industri layanan seksual di Jepang menggugat pemerintah Jepang akibat merasa mendapat deskriminasi dari penerimaan bantuan tunai virus corona yang diberikan pemerintah Jepang.

Dalam gugatan yang diajukan, wanita tersebut menuntut penerimaan tunjangan yang seharusnya diberikan oleh pemerintah. Ia merasa bahwa alasan tidak menerima bantuan tersebut tidak masuk akal.

Pemerintah Jepang sebelumnya membuat program untuk memberikan bantuan tunai kepada usaha kecil dan menengah akibat penurunan pendapatan akibat adanya pandemi corona.

Namun dalam bisnis yang bergerak di industri seks ataupun “Love Hotel” tidak termasuk dalam penerimaan bantuan ini.

Pengacara wanita tersebut mengatakan bahwa bisnis layanan seks kliennya tersebut ditutup sementara dari pertengahan April hingga Mei akibat terkena dari otoritas pemerintah daerah yang tidak memperbolehkan beroperasi karena dikhawatirkan dapat meningkatkan resiko penyebaran virus.

Wanita tersebut mengatakan bahwa pendapatannya turun hingga 80% pada bulan April dan 70% di bulan Mei.

Pengacara wanita tersebut menggugat untuk mengembalikan uang pajak yang telah dibayarkan kepada pemerintah sebelumnya sesuai dengan undang-undang yang mengatur industri seks di Jepang.

Pengacara tersebut mengatakan bahwa tidak seharusnya pemerintah mendeskriminasikan bisnis industri seks karena bisnis tersebut sesuai dengan dengan aturan hukum Jepang.

Source : JT

7 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here