Stagnan Mengembangkan Vaksin, Jepang Batal unjuk Gigi Menjadi Produsen Vaksin yang Kini Dibutuhkan Dunia

Jepang yang selalu menjadi terdepan soal perkembangan inovasi dan teknologi, kini juga harus bergantung dari negara lain yang berhasil menyediakan vaksin yang sekarang dibutuhkan masyarakat dunia.

Pemerintah sendiri sebenarnya telah menggelontorkan dana ratusan miliar yen untuk penelitian pengembangan vaksin ini di berbagai perusahaan farmasi terkemuka di sana.

Pemerintah Jepang sendiri saat ini mengandalkan impor vaksin besutan perusahan farmasi Amerika yang berkolaborasi dengan Jerman Pfizer- BioNTech.

Dilansir dari Asahi, beberapa perusahaan farmasi terkemuka di Jepang seperti Shionogi & Co sebenarnya telah memulai uji klinis yang melibatkan setidaknya 200 orang relawan pada Desember lalu dan berencana memproduksi vaksin sebanyak 30 juta dosis pada akhir Desember 2021 mendatang.

Perusahaan Farmasi di Jepang Anges Inc juga dikabarkan tengah mengembangkan vaksin yang ampuh untuk tanagani virus corona dan telah masuk tahap uji klinis.

Meski kedua perusahaan farmasi terkemuka di Jepang tersebut mengatakan telah mencapai uji klinis namun belum ada yang bisa mengungkap kapan vaksin tersebut bisa diproduksi masal dan digunakan semua orang.

Setidaknya pemerintah telah menggelontorkan dana sebesar 317 Milyar yen atau sekitar Rp 35 Trilyun untuk penelitian dan pengembangan vaksin ini.

Pekerjaan pembuatan vaksin adalah pekerjaan yang sangat memakan resiko tinggi dan memerlukan waktu yang tidak sebentar bagi perusahaan farmasi. Biasanya butuh beberapa tahun untuk membuat vaksin yang dinyatakan ampuh dan aman untuk digunakan kepada manusia.

Meski begitu, perusahaan dan yayasan yang ditugaskan memproduksi vaksin untuk menutup permintaan domestik, kemampuan untuk mengembangkan vaksin baru telah menurun selama bertahun-tahun.

Selain itu, pandemi corona saat ini juga akan mengajarkan perusahaan farmasi Jepang untuk memikirkan sistem pengembangan yang lebih baik agar juga bisa bersaing dengan perusahaan farmasi global.

Source : Asahi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here