Survey : 70% dari 8124 Tempat Kerja Pemagang Ditemukan Lakukan Pelanggaran UU Tenaga Kerja

Kantor Inspeksi Standar Tenaga Kerja melakukan inspeksi di berbagai perusahaan yang menerima trainee praktek pekerja asing di 8124 kantor tahun lalu dan merilis data perusahaan seluruh dari negeri dan menemukan 70%nya melanggar aturan.

Menurut data imigrasi Jepang per Desember tahun lalu, trainee atau pemagang dari berbagai negara yang datang ke Jepang dan melakukan praktek kerja sambil belajar teknologi di perusahaan Jepang mencapai angka lebih dari 370.000 orang.

Akibat inspeksi tersebut dikonfirmasi sebanyak 5752 perusahaan atau 70,8% melanggar ketentuan undang-undang ketenagakerjaan.

Pelanggaran tersebut mencakup manajemen keselamatan kerja, pelanggaran jam kerja lembur yang melebihi batas, upah lembur yang tidak dibayar dan lain sebagainya.

Dari data tersebut, pelanggaran terbanyak adalah 24,3%(1974 perusahaan) telah melanggar manajemen keselamatan kerja, 15,7% (12758 perusahaan) melanggar aturan jam kerja serta 15,5%(1261 perusahaan) melanggar jam lembur ilegal,

Menurut Kementerian Kesehatan dan Tenaga Kerja bahkan tak sediki juga orang yang dipaksa bekerja lembur dengan upah perjam sekitar 400 yen yang jauh dibawah upah minimum.

Di sisi lain, jumlah peserta pemagang  yang mengajukan laporan kepada Inspeksi Standar Tenaga Kerja terkait dengan upah lembur yang tak dibayar mencapai 192 meningkat 85 dari tahun sebelumnya.

Selain itu, Kementerian juga menyebutkan bahwa ada kemungkinan kenaikan upah lembur yang tidak dibayar adalah karena memburuknya manajemen perusahaan akibat adanya pendemi corona.

Source : NHK