Orang-orang dari segala usia di Jepang kini tak bisa lepas dari layar ponsel mereka—baik saat berada di kereta, kafe, maupun restoran. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh perusahaan riset pemasaran Cross Marketing terhadap 1.100 orang berusia 20 hingga 69 tahun, LINE dan YouTube menjadi platform media sosial yang paling sering digunakan, masing-masing oleh 60,1% dan 57,2% responden. LINE lebih banyak digunakan oleh perempuan dan generasi yang lebih tua, sementara laki-laki dan generasi muda lebih sering menghabiskan waktu di YouTube.
Dua aktivitas yang paling umum dilakukan di media sosial adalah menonton video dan berkirim pesan. Namun, terdapat perbedaan kecil berdasarkan gender—perempuan lebih banyak menggunakan media sosial untuk berkirim pesan (41,2%), sementara laki-laki lebih dominan dalam menonton video (43,1%).
Meskipun aktif di media sosial, hanya 4,9% dari para responden yang mengunggah konten mereka sendiri, dengan hampir tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan.
Ketika ditanya mengenai pandangan mereka terhadap media sosial, banyak responden mengakui manfaatnya, seperti akses terhadap berbagai perspektif, kemudahan dalam berkomunikasi, dan kemampuan untuk mengikuti tren terbaru. Namun, mereka juga menyadari sisi negatifnya, termasuk risiko dalam membagikan informasi pribadi dan kemungkinan menghadapi komentar jahat. Kesadaran ini tercermin dalam fakta bahwa 16,1% responden berpendapat bahwa perlu ada pembatasan penggunaan media sosial untuk anak di bawah umur.
Sc : nippon







