Tahukah Kamu Mengapa Struktur Konstruksi Rumah & Bangunan di Jepang Dibuat Lebih Kuat? Simak Berikut!

Jepang adalah salah satu negara yang berada di zona “Ring of fire” atau cincin api. Negara yang terkena zona ini biasanya akan sering sekali terjadi bencana gempa bumi.

Setidaknya ada sekitar ratusan bahkan ribuan gempa yang terjadi di Jepang setiap tahunnya.

Sejak tahun 1978 ada sebuah tragedi gempa yang menimpa Miyagi berkekuata 7,7 skala richter telah menewaskan 28 orang dan lebih dari 1000 orang terluka.

Setelah kejadian itu pemerintah Jepang mengeluarkan aturan bahwa rumah dan bangunan harus memenuhi 4 standar diantaranya sebagai berikut :

  1. Earthquake Resistance Structure
    Struktur konstruksi rumah dan bangunan di Jepang harus memiliki strukur resistan terhadap gempa. Struktur tersebut terdiri dari tiang, dinding dan lantai yang tahan terhadap gempa. Ada 2 struktur yakni keras yang tidak runtuh dan juga fleksibel untuk tahan terhadap goyangan gempa.
  2. Damping Structure
    Dinding setiap bangunan harus bisa meredam intensitas gempa hingga 80%.
  3. Seismic Isolation
    Struktur konstruksi ini berfungsi agar menghalangi getaran gempa hingga merusak bangunan. Umumnya alat-alat yang digunakan bangunan di Jepang adalah kayu. Untuk bangunan besar seperti mall dan kantor besar menggunakan baja, beton bertulang. Itulah mengapa umumnya rumah di Jepang memakai lantai kayu.
  4. SRC (Steel Reinforced Concrete Structure)
    Structur SRC biasanya digunakan di sebuah bangunan besar. Namun tak jarang juga dipakai di perumahan karena memiliki kepadatan yang sangat kuat dan tahan dari goyangan gempa.

Nah itulah tadi mengapa struktur bangunan dan rumah di Jepang dibuat lebih kuat. Standar tersebut dibuat untuk mengurangi resiko yang terjadi jika ada gempa datang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here