Tak Kunjung Membaik, Pemerintah Jepang Resmi Memperpanjang Status Darurat Hingga 6 Maret

Japan's Prime Minister Yoshihide Suga addresses a news conference on the coronavirus disease (COVID-19) situation at the prime minister's official residence in Tokyo, Japan February 2, 2021. David Mareuil/Pool via REUTERS

Pemerintah pusat telah resmi memperpanjang status darurat hingga tanggal 7 Maret bulan depan. Hal ini dikarenakan angka penambahan kasus virus corona yang tak kunjung membaik.

Setidaknya, ada 10 Prefektur yang meliputi Tokyo(Chiba, Kanagawam Saitama),Tochigi, Osaka, Aichi, Fukuoka, Hyogo, Gifu, Kyoto yang menjadi sorotan pemerintah karena penambahan kasus corona di wilayah tersebut tak kunjung juga mereda.

Sebelumnya, status darurat di Jepang akan berakhir pada 7 Februari bulan ini.

Pemberlakuan status darurat ini memungkinkan banyak orang untuk tidak melakukan perjalanan ke luar kota, serta jam operasional resotaran dan bar yang diperpendek dan juga pembatasan acara publik.

“Kami meminta agar semua pihak bisa saling bekerja sama dan bertahan sedikit lebih lama dibawah pemberlakuan status darurat hingga kam dapat yakin secara tegas tren angka penambahan kasus dapat turun” kata PM Suga dalam konferensi pers Selasa (2/2/2021).

Status darurat kedua ini dinilai tidak seketat pada status darurat tahun lalu ketika PM Shinzo Abe masih menjabat, yang dirasa cukup ampuh dalam menurunkan tren infeksi virus corona.

PM Yoshihide Suga sendiri saat ini tengah menghadapi sorotan publik karena dianggap lamban dalam mengambil keputusan untuk mencegah penyebaran virus.

Penyebaran virus yang terus melonjak membuat tenaga kesehatan dan pihak rumah sakit kewalahan untuk menampung pasien baru.

Saat ini, vaksin tengah dipersiapkan lebih lanjut dan kemungkinan penyuntikan vaksin di Jepang akan dimulai pada pertengahan bulan ini.

Source : JT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here