Tembus 479 Kasus, Bunuh Diri di Kalangan Remaja Jepang Sentuh Angka Tertinggi dalam 40 Tahun

Kementerian Pendidikan Jepang merilis data kasus bunuh diri tahunan yang terjadi pada kalangan remaja di Jepang di tahun 2020 lalu.

Hasil mengejutkan bahwa angka bunuh diri di kalangan remaja mencapai angka 479 sepanjang tahun 2020 dan menjadi yang tertinggi sejak tahun 1980.

Sejak tahun 2020 lalu, pemerintah resmi menutup kegiatan sekolah dalam beberapa waktu diakibatkan karena adanya pandemi corona. Meski begitu, Kementerian Pendidikan belum mengungkap apakah kasus bunuh diri remaja di Jepang diakibatkan oleh penutupan sekolah atau tidak.

Namun, perkiraan dari para ahli mengatakan, motif di balik bunuh diri di kalangan remaja bisa saja diakibatkan karena sistem kinerja akademis yang buruk serta ketidakpastian mengenai jenjang karir di masa depan.

Angka tersebut juga naik sebanyak 140 dari tahun sebelumnya.

Dari data tersebut, angka bunuh diri di kalangan remaja di dominasi oleh anak-anak SMA jenis kelamin perempuan, diikuti dengan siswa SMA laki dan sisanya merupakan siswa SMP dan SD.

Pemerintah kini sedang berkoordinasi dengan seluruh lembaga terkait demi mencegah angka bunuh diri di kalangan remaja dapat dicegah.  

Rencananya, pemerintah juga akan memberlakukan pemberian tablet bagi setiap siswa agar bisa memantau secara lebih ril tentang kesehatan mental si anak.

Selain itu, tablet juga dinilai efektif untuk mengetahui perkembangan si anak selama di rumah apalagi ditengah pandemi yang kebanyak waktunya dihabiskan di dalam rumah.

Source : KN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here