UNESCO Ingin Jepang Lebih Detail Berikan Data Sejarah Terkait Pekerja Paksa Korea di Pulau Hashima

Komite situs warisan dunia UNESCO mengungkapkan rasa keprihatinan atas Jepang yang dinilai kurang terbuka terhadap aspek negatif yang pernah terjadi di pulau Hashima pada zaman perang dulu.

Dulunya, menurut informasi yang beredar, pulau tersebut adalah pulau dimana para orang  Korea dipaksa bekerja di tambang batubara.

Pulau tersebut terletak di lepas pantai wilayah Nagasaki. Pulau tersebut sering diebut sebagai “pulau kapal perang”.

Sejak tahun 2015, UNESCO menetapkan pulau tersebut sebagai salah satu situs warisan dunia.

UNESCO yang mengirimkan tim ke Shinjuku, Tokyo Jepang untuk mengumpulkan komponen situs warisan dunia hanya mendapat informasi bahwa di zaman dulu tidak ada paksaan orang Korea bekerja di Hashima Island.

Menurut laporan dari staf UNESCO gagal dalam menampilkan berbagai kesaksian dimana pulau tersebut disebut-sebut sebagai pulau kelam karena banyak pekerja Korea yang tertekan di zaman itu.

UNESCO berharap agar pemerintah Jepang memenuhi janjinya seperti yang pernah diucapkan tahun 2015 bahwa akan terbuka terkait dengan bukti aspek negatif yang pernah terjadi di pulau tersebut di zaman dulu.

Pada 21 Juli lalu, Kepala Sekertaris Kabinet Katsunobu Kato mengatakan bahwa pemerintah akan selalu menerim dengan sangat serius dan menerima rekomendasi yang dikeluarkan UNESCO serta menerapkan langkah yang telah dijanjikan.

UNESCO berharap Jepang dapat membentuk pusat pembentukan informasi yang menjelaskan secara eksklusif terkait dengan apa yang dialami korban di pulau tersebut pada masa dulu.

Source : asahi