Mantap! Pakai Teknologi, Jepang Siap Perangi Limbah Makanan yang Terbuang Percuma

Perusahaan Jepang kini menggunakan kecerdasan buatan dan teknologi canggih lainnya untuk mengurangi pemborosan dan pembuangan limbah makanan yang terbuang percuma.

Saat ini sendiri, sampah makanan menjadi masalah cukup serius mengingat ada sekitar 6 juta ton sampah makanan di Jepang hingga merugikan ekonomi hingga 2 Trilyun yen atau setara dengan 250 trilyun rupiah.

Pemerintah Jepang sendiri juga telah melakukan undang-undang baru pembuangan makanan demmi mendorong para pelaku di sektor industri makanan mencari solusi agar hal tersebut bisa diatasi.

Beberapa gerai di minimarket seperti Lawson telah menggunakan AI dari perusahaan AS Datarobot, untuk memperkirakan berapa banyak produk makanan di rak jual dari mulai makanan sandwich, telur atau pun tuna yang tidak terjual atau sangat kurang dari permintaan konsumen.

Lawson telah menurunkan kelebihan stok hingga 30% di seluruh gerainya demi mengurangi sampah limbah makanan pada 2030.

Menurut pihak Lawson sendiri, limbah makanan membuat biaya pengeluaran terbesar setelah biaya gaji karyawan.

Selain itu, beberapa perusahaan industri makanan seperti Suntory dikabarkan juga tengah bekerja sama dengan Fujitsu, untuk menciptakan suatu sistem kecerdasan buatan untuk mengenali barang yang rusak dalam perjalanan sehingga limbah dari barang rusak bisa diperkecil.

Suntory berharap dengan bantuan teknologi ini, akan lebih memudahkan untuk mengukur produk yang rusak selama pengiriman dan kapan waktu dikembalikan ke pabrik.

Santory sendiri bertujuan agar bisa mengurangi sampah limbah makanan 30-50% dan bisa membuat sistem produsen makanan dengan logistik dengan teknologi canggih agar mengurangi kerusakan barang sehingga limbah produk makanan bisa berkurang.

Source : JT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here