Dalam dunia kerja Jepang yang penuh dengan etika dan hierarki, cara merespons teguran (注意・ちゅうい / chūi) dari atasan sangat penting. Orang Jepang sangat menghargai kerendahan hati (謙虚・けんきょ / kenkyō) dan rasa tanggung jawab (責任感・せきにんかん / sekininkan), sehingga pilihan kata yang kamu gunakan bisa menentukan kesan profesionalmu.
Berikut beberapa frasa dan ungkapan sopan yang bisa kamu gunakan saat menerima teguran dari atasan.
🙇♀️ 1. Mengakui Kesalahan
-
申し訳ありません(もうしわけありません / mōshiwake arimasen)
Maafkan saya / Saya sangat menyesal.
→ Ungkapan paling sopan untuk meminta maaf atas kesalahan di tempat kerja. -
ご迷惑をおかけしました(ごめいわくをおかけしました / gomeiwaku o okake shimashita)
Saya telah merepotkan Anda.
→ Digunakan ketika tindakanmu berdampak pada orang lain, termasuk atasan atau rekan kerja. -
自分のミスです(じぶんのみすです / jibun no misu desu)
Itu kesalahan saya sendiri.
→ Menunjukkan tanggung jawab dan tidak menyalahkan pihak lain.
🗣️ 2. Saat Mendengarkan Teguran
-
はい、気をつけます(はい、きをつけます / hai, ki o tsukemasu)
Baik, saya akan lebih berhati-hati.
→ Jawaban sopan dan netral ketika ditegur. -
ご指摘ありがとうございます(ごしてきありがとうございます / goshiteki arigatō gozaimasu)
Terima kasih atas tegurannya / masukannya.
→ Menunjukkan sikap menerima dan menghargai masukan dengan positif. -
勉強になります(べんきょうになります / benkyō ni narimasu)
Saya belajar banyak dari hal ini.
→ Cara halus untuk menunjukkan rasa terima kasih atas nasihat yang diberikan.
🧘♂️ 3. Saat Berjanji untuk Memperbaiki Diri
-
次は同じミスをしません(つぎはおなじみすをしません / tsugi wa onaji misu o shimasen)
Saya tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. -
改善します(かいぜんします / kaizen shimasu)
Saya akan memperbaikinya.
→ Kata “kaizen” sering dipakai di dunia kerja Jepang, berarti memperbaiki secara berkelanjutan. -
もっと努力します(もっとどりょくします / motto doryoku shimasu)
Saya akan berusaha lebih keras.
🤝 4. Saat Menutup Percakapan dengan Atasan
-
今後ともよろしくお願いいたします(こんごともよろしくおねがいいたします / kongo tomo yoroshiku onegai itashimasu)
Mohon bimbingannya ke depannya juga.
→ Kalimat penutup yang sopan untuk menunjukkan niat terus belajar. -
貴重なお時間をありがとうございます(きちょうなおじかんをありがとうございます / kichō na ojikan o arigatō gozaimasu)
Terima kasih atas waktu berharga Anda.
→ Bisa diucapkan setelah ditegur dalam suasana formal.
Ditegur atasan bukanlah hal yang menyenangkan, tapi dalam budaya kerja Jepang, cara merespons teguran menunjukkan karakter dan profesionalisme seseorang. Dengan memilih frasa yang sopan dan menunjukkan sikap rendah hati, kamu bisa mengubah momen tidak nyaman menjadi kesempatan untuk berkembang.
Ingat, di Jepang, bukan hanya hasil kerja yang dihargai — tapi juga sikap dan cara berkomunikasi.










