Menu

Dark Mode
PM Jepang Temui Trump di AS, Bahas Keamanan Global hingga Investasi Triliunan Yen Jepang Perpanjang Masa Pakai Kartu Asuransi Lama hingga Juli 2026 Turis Asing ke Jepang Tembus Rekor Baru, Korea Selatan & Taiwan Jadi Penyumbang Terbesar Suku Bunga Jepang Ditahan di 0,75%, Konflik Timur Tengah Jadi Faktor Utama Jepang Luncurkan Kereta Khusus Turis Asing Bisa Nikmati View Gunung Fuji Sepanjang Perjalanan Anime The Dangers in My Heart Dipastikan Lanjut Season 3, Tayang 2027

Culture

🏮 Asal-usul Festival Obon dan Mitos Kembalinya Arwah Leluhur

badge-check


					Tokyo, Japan - July 29, 2016 : Bon Odori Dancers at the Sugamo Bon Odori Festival in Toshima Ward, Tokyo, Japan. Bon dance, is a style of dancing performed during Obon. Perbesar

Tokyo, Japan - July 29, 2016 : Bon Odori Dancers at the Sugamo Bon Odori Festival in Toshima Ward, Tokyo, Japan. Bon dance, is a style of dancing performed during Obon.

Setiap pertengahan musim panas, Jepang dipenuhi lentera yang menyala, tarian tradisional, dan suasana yang sakral sekaligus meriah. Inilah momen Obon (お盆) — sebuah festival tahunan yang didedikasikan untuk menyambut arwah leluhur yang dipercaya pulang ke dunia untuk beberapa hari.

Meski penuh warna dan tarian, Obon bukan sekadar festival, tapi cerminan rasa hormat yang dalam terhadap nenek moyang dalam budaya Jepang.


👻 Asal Usul Obon: Perpaduan Buddha dan Kepercayaan Lokal

Obon berasal dari kata Sansekerta “Ullambana”, yang berarti “melepaskan penderitaan”. Festival ini diperkenalkan ke Jepang bersamaan dengan ajaran Buddha sekitar abad ke-6 dan sejak itu bercampur dengan kepercayaan lokal Shinto tentang arwah leluhur (kami atau hotoke).

Menurut legenda Buddha, seorang murid Buddha bernama Mokuren melihat ibunya menderita di alam baka. Ia meminta bantuan Buddha dan diberitahu untuk memberikan persembahan kepada para biksu. Setelah melakukannya, ibunya terbebas dari penderitaan, dan Mokuren menari kegirangan — yang menjadi asal mula tarian Bon Odori.


🗓️ Kapan Obon Dirayakan?

Tanggal Obon bisa berbeda-beda tergantung daerah:

  • 13–15 Juli (Tokyo dan sebagian timur Jepang – “Shichigatsu Bon”)

  • 13–15 Agustus (wilayah barat dan sebagian besar Jepang – “Hachigatsu Bon”, yang paling umum)

  • Di Okinawa: sekitar pertengahan Agustus tapi berdasarkan kalender lunar

Selama 3 hari, dipercaya bahwa arwah leluhur kembali ke dunia orang hidup untuk mengunjungi keluarga mereka.


🎐 Tradisi dan Simbol Obon

  1. Mukaebi & Okuribi (Api Penjemput dan Pengantar Arwah)

    • Api kecil atau lentera dinyalakan di depan rumah pada hari pertama untuk menyambut arwah (mukaebi), dan hari terakhir untuk mengantar mereka kembali (okuribi).

  2. Bon Odori

    • Tarian tradisional yang dilakukan bersama-sama di lapangan terbuka, sambil mengenakan yukata. Gerakannya sederhana dan melingkar — simbol suka cita dan penghormatan.

  3. Menaruh Persembahan

    • Keluarga menyiapkan altar kecil dengan makanan, bunga, dupa, dan buah-buahan sebagai tanda penghormatan dan ucapan terima kasih kepada para leluhur.

  4. Toro Nagashi (Lentera Mengapung)

    • Di beberapa daerah, lentera dilarung ke sungai atau laut untuk mengantar arwah kembali ke alam baka dengan damai. Tradisi ini sangat indah dan menyentuh.


🌾 Obon dan Keluarga

Obon juga jadi waktu penting untuk pulang kampung (帰省, kisei) dan berkumpul dengan keluarga. Banyak orang membersihkan makam leluhur, berziarah, dan mengenang mereka dengan tenang.

Ini mirip seperti Hari Raya atau Lebaran di Indonesia, tapi dengan nuansa spiritual yang lebih khusyuk.


Obon adalah festival yang menghubungkan masa lalu dan masa kini, menjembatani dunia orang hidup dan dunia roh.
Meski penuh tarian dan lampion indah, inti dari Obon adalah rasa hormat kepada leluhur, refleksi atas keberadaan kita, dan pengingat bahwa kita adalah bagian dari mata rantai kehidupan yang lebih panjang.

Di tengah dunia modern, Obon tetap hidup — bukan hanya dalam tradisi, tapi juga dalam hati orang Jepang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Mengapa Orang Jepang Jarang Menolak Secara Langsung

18 February 2026 - 09:00 WIB

Budaya Tidak Mengambil Foto Orang Sembarangan di Jepang

13 February 2026 - 13:10 WIB

Budaya Membawa Pulang Sampah Sendiri: Kesadaran Publik ala Jepang

12 February 2026 - 19:00 WIB

Kenapa Rasa Malu Lebih Kuat daripada Hukuman Bagi Orang Jepang

10 February 2026 - 19:10 WIB

Sunyi: Mengapa Lingkungan Perumahan Jepang Terasa Sangat Tenang

6 February 2026 - 18:30 WIB

Trending on Culture