Menu

Dark Mode
Kartu Pokémon Langka Pecahkan Rekor Dunia, Terjual Rp260 Miliar Lebih di Lelang Amerika Mengapa Orang Jepang Jarang Menolak Secara Langsung Toyota Perkuat Peran di Joby Aviation, Dorong Produksi Taksi Udara Lewat Sistem TPS Resmi Dihentikan, Anime Terminator Zero Tak Akan Berlanjut ke Season Berikutnya Kata Jepang yang Dipakai Saat Memesan Minuman Pekerja Tewas Terbakar dalam Tradisi Pembakaran Padang Rumput di Yamaguchi

News

10 Pekerja di Pusat Penitipan Anak di Fukuoka Terbukti Melakukan Kekerasan terhadap Anak, Pemerintah Prefektur Keluarkan Peringatan Resmi

badge-check


					Fukuoka Prefectural and Tagawa Municipal government officials explain incidences of abuse by 10 day care workers, at the prefectural government headquarters on Oct. 20, 2025. (Mainichi/Keisuke Muneoka) Perbesar

Fukuoka Prefectural and Tagawa Municipal government officials explain incidences of abuse by 10 day care workers, at the prefectural government headquarters on Oct. 20, 2025. (Mainichi/Keisuke Muneoka)

Pemerintah Prefektur Fukuoka mengeluarkan peringatan perbaikan (improvement advisory) terhadap operator sebuah pusat penitipan anak (day care) swasta, setelah 10 pegawainya terbukti melakukan kekerasan terhadap anak-anak, termasuk memukul dan memaksa anak makan dengan kasar.

Peringatan tersebut, yang dikeluarkan berdasarkan Undang-Undang Kesejahteraan Anak (Child Welfare Act), diberikan pada 20 Oktober kepada Matsubara Fukushikai, sebuah lembaga kesejahteraan sosial yang mengoperasikan pusat penitipan anak resmi Matsubara Hoikuen di Kota Tagawa, Prefektur Fukuoka.

Menurut pihak prefektur, kepala pusat penitipan anak berusia 40-an melaporkan adanya dugaan kekerasan setelah melihat rekaman kamera pengawas (CCTV) di dalam fasilitas pada 4 Agustus. Pemerintah prefektur kemudian melakukan pembinaan khusus dan inspeksi dari 14 Agustus hingga 17 Oktober.

Hasil penyelidikan, termasuk analisis video, menunjukkan bahwa 10 pegawai tetap berusia antara 20 hingga 60 tahun telah melakukan kekerasan fisik dan verbal terhadap beberapa anak berusia 5 tahun ke bawah, antara 18 Juli dan 6 Agustus.

Tindakan kekerasan tersebut mencakup memukul anak-anak, serta ucapan kasar dan merendahkan seperti “Bodoh, ya kamu?” dan teguran intimidatif berulang. Selain itu, ditemukan juga praktik pengasuhan yang tidak pantas seperti memberi makan beberapa anak dengan satu sendok yang sama.

Saat ini terdapat 88 anak berusia di bawah 6 tahun yang terdaftar di pusat penitipan tersebut.

Operator fasilitas telah memecat dua dari sepuluh pegawai yang berusia 20-an. Dalam wawancara dengan pihak prefektur, kepala pusat penitipan anak mengaku tidak mengetahui adanya kekerasan sebelum laporan dibuat.

Fasilitas tersebut juga telah berkonsultasi dengan kepolisian prefektur terkait dugaan tindak pidana dalam kasus ini.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pekerja Tewas Terbakar dalam Tradisi Pembakaran Padang Rumput di Yamaguchi

16 February 2026 - 15:10 WIB

Jepang Minta Data Kewarganegaraan Penghuni Asing Rumah Susun, Alasan Evakuasi dan Ketertiban

16 February 2026 - 14:10 WIB

3 Anak Remaja di Daerah Dotonbori Osaka Jadi Korban Penusukan, 1 Orang Meninggal

16 February 2026 - 11:10 WIB

Bus Kota Kyoto Ubah Sistem Naik-Turun Penumpang Demi Atasi Overcrowding Turis

16 February 2026 - 10:10 WIB

Kagoshima Kucurkan Rp3,5 Triliun untuk Dongkrak Pariwisata, Wisatawan Asing Jadi Kunci

14 February 2026 - 16:10 WIB

Trending on News