Sebanyak 20 orang, termasuk anak-anak, sempat terjebak di dalam lift Tokyo Skytree sejak Minggu malam selama lebih dari lima jam. Operator menara menyatakan bahwa fasilitas tersebut akan ditutup hingga Selasa untuk pemeriksaan keselamatan menyeluruh.
Menurut kepolisian, lift tiba-tiba berhenti sekitar 30 meter di atas permukaan jalan. Seluruh penumpang berhasil dievakuasi dan tidak ada korban luka dalam insiden ini. Panggilan darurat diterima sekitar pukul 20.20 waktu setempat dari menara setinggi 634 meter yang berada di Distrik Sumida Ward, Tokyo.
Operator Tobu Tower Skytree Co. menjelaskan bahwa dua lift berhenti sekitar pukul 20.15 saat beroperasi antara pintu masuk lantai empat dan dek observasi di ketinggian 350 meter. Salah satu lift yang sedang turun membawa 20 penumpang, sementara satu lift lainnya tidak membawa pengunjung.
Lift yang sama diketahui pernah mengalami kejadian serupa pada Maret 2017, ketika 27 orang terjebak selama sekitar 18 menit. Hingga kini, penyebab pasti gangguan terbaru tersebut masih dalam penyelidikan.
Dalam proses evakuasi, petugas memposisikan lift lain di sebelahnya pada ketinggian yang sama. Sebuah panel baja antikarat sepanjang sekitar 120 sentimeter dipasang di antara kedua lift, sehingga penumpang dapat keluar melalui pintu darurat di sisi lift yang terhenti. Operasi penyelamatan berlangsung hingga sekitar pukul 02.00 dini hari Senin.
Setelah insiden dilaporkan, dua lift lain di menara tersebut juga sempat dihentikan selama sekitar satu jam untuk pemeriksaan, menyebabkan sekitar 1.200 orang yang berada di area observasi dan lokasi lain tidak dapat turun sementara waktu. Dalam kondisi normal, perjalanan dari dek observasi ke lantai empat hanya memakan waktu sekitar 50 detik.
Pihak Tobu Tower Skytree menyampaikan permintaan maaf dan berjanji mengambil langkah-langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang. Perusahaan juga menyatakan akan melakukan inspeksi menyeluruh terhadap seluruh lift serta memperkuat sistem perawatan dan manajemen keselamatan. Pemegang tiket terusan untuk Senin (hari libur nasional) dan Selasa akan mendapatkan pengembalian dana.
Tokyo Skytree sendiri dibuka untuk umum pada Mei 2012, setelah berhasil melewati Gempa Besar Jepang Timur pada Maret 2011.
Sc ; mainichi








