Menu

Dark Mode
ANA Turunkan Fuel Surcharge Penerbangan Jepang–Eropa & Amerika hingga ¥10.000 Crunchyroll Amankan Hak Distribusi Film Baru Makoto Shinkai, Judulnya Masih Dirahasiakan Google Buka Toko Resmi Pertama di Luar AS, Lokasinya di Tokyo Mulai Hari Ini, Jepang Bisa Penjarakan Pelaku Penodaan Bendera Nasional hingga 2 Tahun Sony & TSMC Investasi Rp77 Triliun untuk Produksi Sensor Kamera Generasi Baru di Kumamoto BYD Racco, Kei Car Listrik China yang Dibuat Khusus untuk Pasar Jepang, Tembus Penjualan 1000 Unit dalam 2 Minggu

News

China Salip Jepang, Kini Jadi Pemasok Mobil Terbesar di Australia

badge-check


					China Salip Jepang, Kini Jadi Pemasok Mobil Terbesar di Australia Perbesar

Pasar otomotif Australia sedang mengalami perubahan besar. Untuk pertama kalinya sejak puluhan tahun, Tiongkok berhasil melampaui Jepang sebagai sumber impor kendaraan terbesar di negara tersebut.

Berdasarkan data Federal Chamber of Automotive Industries (FCAI), pada Februari 2026 impor kendaraan dari Tiongkok mencapai sekitar 22.300 unit atau sekitar 25 persen pasar. Angka ini lebih tinggi dibanding Jepang dengan 21.600 unit dan Thailand dengan 19.400 unit.

Pencapaian ini menjadi momen penting karena Jepang telah menjadi pemasok kendaraan terbesar di Australia sejak 1998.


Didorong Mobil Listrik yang Lebih Terjangkau

Lonjakan impor dari Tiongkok tidak lepas dari meningkatnya minat terhadap kendaraan listrik (EV) dan plug-in hybrid (PHEV). Produsen asal Tiongkok dinilai berhasil menawarkan mobil dengan harga lebih terjangkau namun tetap kaya fitur.

Salah satu contoh paling menonjol adalah BYD, yang penjualannya melonjak hingga 160 persen menjadi sekitar 10.200 unit dalam dua bulan pertama tahun ini.

Selain itu, Great Wall Motor juga memperkuat posisinya di segmen SUV dan pikap. Merek lain seperti MG Motor dan Chery turut memperluas pasar mereka di Australia.


Kenapa Australia Cepat Menerima Mobil China?

Ada beberapa alasan utama kenapa mobil Tiongkok cepat diterima di Australia:

  • Australia sangat bergantung pada kendaraan impor karena tidak lagi memproduksi mobil secara besar-besaran
  • Tidak ada tarif impor yang menghambat masuknya produk luar
  • Konsumen mulai lebih fokus pada harga, teknologi, dan fitur dibanding merek
  • Mobil Tiongkok menawarkan teknologi modern seperti layar besar, sistem bantuan pengemudi, dan konektivitas canggih dengan harga lebih kompetitif

Tekanan untuk Produsen Jepang

Meski masih kuat dari sisi reputasi, produsen Jepang kini menghadapi tekanan, terutama di segmen entry-level hingga menengah. Di kelas ini, mobil listrik dan hybrid dari Tiongkok sering kali lebih murah dengan fitur lebih lengkap.

Kondisi ini mendorong pabrikan Jepang untuk mempercepat strategi elektrifikasi agar tetap kompetitif di pasar Australia.


Tren Diprediksi Terus Berlanjut

Sejumlah analis memperkirakan produsen mobil Tiongkok bisa menguasai lebih dari 40 persen pasar kendaraan baru di Australia pada 2030, jika tren harga kompetitif dan inovasi teknologi terus berlanjut.

Perubahan ini menunjukkan bahwa persaingan industri otomotif global kini semakin ditentukan oleh kendaraan listrik, dan Australia menjadi salah satu contoh nyata bagaimana dominasi lama bisa berubah dengan cepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

ANA Turunkan Fuel Surcharge Penerbangan Jepang–Eropa & Amerika hingga ¥10.000

13 August 2026 - 17:10 WIB

Google Buka Toko Resmi Pertama di Luar AS, Lokasinya di Tokyo

13 August 2026 - 13:34 WIB

Mulai Hari Ini, Jepang Bisa Penjarakan Pelaku Penodaan Bendera Nasional hingga 2 Tahun

13 August 2026 - 10:10 WIB

Sony & TSMC Investasi Rp77 Triliun untuk Produksi Sensor Kamera Generasi Baru di Kumamoto

13 August 2026 - 06:39 WIB

BYD Racco, Kei Car Listrik China yang Dibuat Khusus untuk Pasar Jepang, Tembus Penjualan 1000 Unit dalam 2 Minggu

12 August 2026 - 11:10 WIB

Trending on News