Menu ✖

Dark Mode
Jepang Uji Operasi Kanker Usus dengan Robot yang Dikendalikan dari Jarak Jauh Manga Nue’s Exorcist Resmi Diadaptasi Menjadi Anime, Tayang Musim Panas 2027 Disney Imagination, Kapal Pesiar Baru Disney di Jepang yang Siap Berlayar pada 2029 Masashi Kishimoto Umumkan Manga Baru Naruto, Berjudul Naruto Shadow Rising Attack on Titan: The Musical Gelar Tur Dunia, Singapura Jadi Negara Pembuka pada 2027 Perusahaan Modal Ventura Singapura Akan Bangun Akademi Startup di Iwate, Jepang

News

42.000 Jenazah Tak Diklaim di Jepang, Fenomena “Meninggal dalam Kesendirian” Makin Mengkhawatirkan

badge-check


					42.000 Jenazah Tak Diklaim di Jepang, Fenomena “Meninggal dalam Kesendirian” Makin Mengkhawatirkan Perbesar

Sekitar 42.000 jenazah tidak diklaim oleh keluarga atau kerabat di Jepang selama tahun fiskal 2023, menurut estimasi pemerintah terbaru. Jenazah-jenazah tersebut kemudian dikremasi atau dimakamkan oleh pemerintah daerah, seiring dengan meningkatnya jumlah lansia yang hidup sendirian tanpa dukungan keluarga.

Ini merupakan studi pertama yang dilakukan Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang terkait fenomena ini. Penelitian tersebut juga menemukan bahwa mayoritas pemerintah daerah belum memiliki prosedur yang jelas untuk menangani jenazah yang tidak diklaim, termasuk berapa lama jenazah harus disimpan sebelum dikremasi.

Dari sekitar 1.160 pemerintah daerah yang disurvei oleh Japan Research Institute:

Pemerintah daerah juga menghadapi tantangan baru ketika ada keluarga yang tiba-tiba mengklaim jenazah setelah jenazah tersebut dikremasi, yang bisa menimbulkan masalah hukum dan emosional.

Fenomena Ini Diprediksi Akan Terus Meningkat

Sebanyak 41.969 jenazah yang tidak diklaim—baik yang berhasil diidentifikasi maupun tidak—mewakili 2,7 persen dari total kematian di tahun 2023. Jumlah ini diperkirakan terus bertambah di tahun-tahun mendatang.

Menurut proyeksi Lembaga Nasional Penelitian Populasi dan Jaminan Sosial Jepang, sekitar 23,3 juta dari 52,6 juta rumah tangga (atau 44,3 persen) akan menjadi rumah tangga satu orang pada tahun 2050.

Sebagai respons, beberapa kota mulai membuat sistem pendukung. Kota Yokosuka, dekat Tokyo, misalnya, telah meluncurkan program sejak 2015 yang membantu menjembatani kontrak antara rumah duka dan lansia berpenghasilan rendah yang hidup sendirian tanpa tanggungan.

Melalui program ini, pemerintah kota:

  • Secara rutin memeriksa kondisi para lansia,

  • Dan akan menghubungi pihak terkait saat mereka meninggal dunia.

“Jumlah kasus di mana tidak ada keluarga yang bisa mengurus pemakaman akan terus bertambah,” kata Kazuyuki Kitami, petugas kesejahteraan kota tersebut.
“Penting bagi pemerintah daerah untuk menciptakan sistem yang menghargai martabat dan kehendak warganya.”

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Disney Imagination, Kapal Pesiar Baru Disney di Jepang yang Siap Berlayar pada 2029

15 October 2026 - 10:10 WIB

Perusahaan Modal Ventura Singapura Akan Bangun Akademi Startup di Iwate, Jepang

14 October 2026 - 11:10 WIB

Shinkansen Kyushu Kembali Beroperasi Setelah Kabel Listrik Atas Ditemukan Rusak

14 October 2026 - 10:10 WIB

Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik, Dua Rudal Diperkirakan Jatuh di Luar Zona Ekonomi Eksklusif Jepang

13 October 2026 - 10:10 WIB

Trailer Final Godzilla Minus Zero Dirilis, Tayang di Jepang pada 3 November

12 October 2026 - 17:10 WIB

Trending on News