Menu

Dark Mode
Jepang Larang Penggunaan Power Bank di Pesawat Mulai April Usai Serangkaian Insiden Kebakaran Kosakata Jepang untuk Tingkat Kematangan & Rasa Jun Matsumoto Resmi Bergabung di Live-Action Chiruran: Shinsengumi Requiem, Tayang Maret Cara Memilih Lokasi Hotel Jepang yang Benar-benar Strategis Survei: Hampir 80% Pelajar SMP–SMA di Jepang Gunakan ChatGPT dan Gemini Kata Jepang di Konbini yang Sering Bikin Orang Asing Bingung

News

Subkontraktor Pembangunan Paviliun Luar Negeri Osaka Expo Mengaku Belum Dibayar

badge-check


					Subkontraktor Pembangunan Paviliun Luar Negeri Osaka Expo Mengaku Belum Dibayar Perbesar

Sejumlah subkontraktor yang terlibat dalam pembangunan delapan paviliun luar negeri di World Exposition 2025 Osaka mengaku belum menerima pembayaran atas pekerjaan mereka. Sementara itu, penyelenggara pameran dan pemerintah prefektur menilai masalah ini sebagai urusan pribadi, sehingga tidak banyak membantu.

Beberapa subkontraktor berencana menggugat GL Events Japan, kontraktor utama untuk empat paviliun yang terkait sengketa pembayaran. Sekitar 20 subkontraktor menggelar protes di depan kantor cabang perusahaan Prancis tersebut di Osaka pada 10 Juli, menuntut pembayaran.

Takayoshi Tsujimoto, 54 tahun, presiden perusahaan konstruksi Rego, menjelaskan awalnya terkejut karena perusahaannya yang kecil diminta mengerjakan paviliun luar negeri, namun percaya pada rekam jejak GL Events membuatnya menerima pekerjaan untuk paviliun Serbia dan Jerman.

Masalah muncul sejak pekerjaan dimulai musim gugur lalu. Besi kerangka yang datang dari luar negeri berbeda dari cetak biru, sementara pekerja diminta melakukan tugas tambahan yang tidak tercantum di kontrak, sehingga biaya tenaga kerja dan sewa alat berat membengkak.

Setelah lebih dari dua bulan negosiasi tanpa hasil, Tsujimoto berencana menggugat GL Events untuk sekitar 340 juta yen ($2,3 juta). Satu perusahaan lain yang mengerjakan paviliun Malta telah menggugat lebih dari 110 juta yen pada Juni.

GL Events menyatakan tetap mematuhi kewajiban kontraktual dan hukum Jepang, sementara Jun Takashina, wakil sekretaris jenderal Japan Association for the 2025 World Exposition, mengatakan:

“Ini urusan antara pihak yang bersangkutan.”

Beberapa subkontraktor membentuk kelompok korban pada akhir Mei, meminta ganti rugi dari pemerintah prefektur, namun ditolak karena dana publik tidak dapat digunakan untuk sengketa pribadi.

Seorang perwakilan kelompok korban menyatakan:

“Kami bekerja di kondisi keras atas dorongan kuat dari penyelenggara dan pemerintah prefektur. Sangat menyebalkan ketika masalah ini dianggap urusan pribadi padahal proyek ini berskala nasional.”

Pameran World Exposition 2025 Osaka berlangsung dari 13 April hingga 13 Oktober.

Sc : Kyodonews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Larang Penggunaan Power Bank di Pesawat Mulai April Usai Serangkaian Insiden Kebakaran

20 February 2026 - 10:10 WIB

Survei: Hampir 80% Pelajar SMP–SMA di Jepang Gunakan ChatGPT dan Gemini

19 February 2026 - 18:10 WIB

Jepang Longgarkan Kuota Mahasiswa Asing, Tiga Universitas Top Dapat Izin Khusus

19 February 2026 - 15:10 WIB

Prefektur Kagawa Gandeng Nvidia, Dorong Pemanfaatan AI dan Pembangunan Data Center

19 February 2026 - 13:10 WIB

PM Sanae Takaichi Targetkan Penangguhan Pajak Konsumsi Makanan Selama Dua Tahun

19 February 2026 - 11:10 WIB

Trending on News