Menu

Dark Mode
Krisis Minyak Global Ancam Bisnis Jepang, Hampir 44% Perusahaan Bisa Tumbang dalam 6 Bulan Jepang Siapkan “Kelas Wajib” untuk WNA Salah Satu Proses Seleksi Izin Tinggal PM Jepang Janji Dorong Kenaikan Gaji Berkelanjutan dalam Event Mayday Nintendo & Illumination Siapkan Film Animasi Misterius Baru, Tayang 2028! Berserk of Gluttony Season 2 Resmi Diumumkan! Fate & Roxy Kembali Beraksi Robot Legendaris Honda P2 Raih Penghargaan Dunia, Pelopor Gerakan Robot Mirip Manusia

News

Mantap! Transaksi Hasil Laut Indonesia di Jepang Tembus di Pameran Produk Laut JISTE 2025

badge-check


					Mantap! Transaksi Hasil Laut Indonesia di Jepang Tembus di Pameran Produk Laut JISTE 2025 Perbesar

Produk perikanan Indonesia berhasil mencatat potensi transaksi sebesar 128,51 juta dolar AS (sekitar Rp2,06 triliun) pada ajang The 27th Japan International Seafood & Technology Expo (JISTE) 2025 yang berlangsung di Tokyo, Jepang, pada 20–22 Agustus 2025.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag RI, Fajarini Puntodewi, menyebut bahwa lebih dari 80 persen nilai potensi transaksi berasal dari produk unggulan seperti udang, rumput laut, tuna, dan olahan tuna.

“Respons positif para pembeli Jepang menunjukkan optimisme besar terhadap penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Tren konsumsi Jepang yang menekankan kualitas, keamanan pangan, dan keberlanjutan semakin membuka peluang bagi Indonesia sebagai pemasok utama produk laut tropis,” ujar Puntodewi dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis.

Paviliun Indonesia menampilkan 15 pelaku usaha perikanan dengan produk-produk unggulan mulai dari udang, gurita, cumi-cumi, kepiting, tuna segar, sotong (cuttlefish), hingga berbagai produk rumput laut. Puntodewi menekankan bahwa udang, rumput laut, dan tuna—baik segar maupun olahan menjadi primadona di pameran ini.

Udang menjadi favorit karena tingginya permintaan masyarakat Jepang sebagai topping sushi dan tempura, sementara rumput laut banyak diminati industri Jepang sebagai bahan baku produk pangan maupun non-pangan bernilai tinggi.

Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Kemendag, Miftah Farid, menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi langkah konkret Indonesia untuk mempertahankan kerja sama dengan mitra Jepang sekaligus memperkenalkan diversifikasi produk perikanan Indonesia. Selain udang, rumput laut, dan tuna, bulu babi (uni) juga mulai menarik perhatian karena menurunnya produksi lokal akibat overfishing dan perubahan ekosistem laut.

Jepang tercatat sebagai salah satu mitra utama ekspor perikanan Indonesia. Pada 2024, ekspor sektor ini ke Jepang mencapai 398,75 juta dolar AS, sedangkan Januari–Juni 2025 tercatat sebesar 188,15 juta dolar AS. Komoditas utama ekspor Indonesia ke Jepang meliputi udang, cakalang, tuna, kepiting, dan moluska.

Sc : neraca

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Krisis Minyak Global Ancam Bisnis Jepang, Hampir 44% Perusahaan Bisa Tumbang dalam 6 Bulan

29 April 2026 - 15:10 WIB

Jepang Siapkan “Kelas Wajib” untuk WNA Salah Satu Proses Seleksi Izin Tinggal

29 April 2026 - 14:12 WIB

PM Jepang Janji Dorong Kenaikan Gaji Berkelanjutan dalam Event Mayday

29 April 2026 - 13:36 WIB

Kebakaran Hutan di Iwate Meluas, 1.400 Petugas Dikerahkan dan Ribuan Warga Dievakuasi

28 April 2026 - 18:10 WIB

Startup Jepang Ajukan Obat Baru untuk Penyakit Ginjal Kronis pada Kucing

28 April 2026 - 11:10 WIB

Trending on News