Menu

Dark Mode
Jepang Kembangkan AI untuk Deteksi Pohon Berisiko Tumbang, Cegah Kecelakaan di Ruang Publik Pria WNI Asal Indonesia Ditangkap usai Bobol Home Center di Jepang, Ngaku Incar Kunci Koper Jepang Naikkan Pajak Keluar Negara Jadi 3.000 Yen, Biayai Penanganan Lonjakan Wisatawan Asing Aturan Visa Baru Jepang Bikin Pengusaha Asing Cemas, Restoran Terancam Tutup dan Dideportasi Pokémon Unite Bakal Diadaptasi Jadi Drama Live-Action untuk Rayakan Ulang Tahun ke-5 Musim Pendakian Gunung Fuji Resmi Dibuka, Ribuan Pendaki Sambut Matahari Terbit Pertama

News

Pemerintah Jepang Rilis Simulasi Letusan Gunung Fuji untuk Persiapan Bencana

badge-check


					Pemerintah Jepang Rilis Simulasi Letusan Gunung Fuji untuk Persiapan Bencana Perbesar

Pemerintah Jepang telah merilis video simulasi letusan besar Gunung Fuji, memprediksi dampaknya termasuk jatuhnya abu vulkanik, sebagai upaya untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap skenario bencana semacam ini.

Video berdurasi 10 menit ini menggunakan grafis komputer untuk menggambarkan situasi setelah letusan sebanding dengan ledakan terakhir yang tercatat pada tahun 1707. Video ini memperingatkan bahwa pasokan listrik, sistem pembuangan, jalan, dan jalur kereta akan terdampak.

Rekaman yang menampilkan potensi bencana di puncak setinggi 3.776 meter – gunung tertinggi di Jepang – dapat ditonton di situs resmi Kantor Kabinet Jepang, bertepatan dengan peringatan “Hari Kesadaran Kesiapsiagaan Bencana Vulkanik” pada 26 Agustus.

“Cukup tidak biasa Gunung Fuji tidak meletus selama lebih dari 300 tahun,” kata Toshitsugu Fujii, profesor emeritus Universitas Tokyo, dalam video tersebut. Rata-rata, Gunung Fuji meletus setiap 30 tahun.

Fujii, yang juga direktur Mount Fuji Research Institute di Prefektur Yamanashi, menambahkan bahwa ia tidak akan terkejut jika letusan terjadi kapan saja. Gunung Fuji berada di perbatasan Prefektur Yamanashi dan Shizuoka.

Video tersebut menunjukkan bahwa setelah letusan, abu vulkanik berukuran sekitar 2 milimeter seperti pasir pantai akan segera jatuh di sekitar Sagamihara, Prefektur Kanagawa, sekitar 60 km dari gunung, sementara lapisan abu setebal 20 cm diperkirakan menumpuk sekitar dua hari kemudian.

Selain itu, video menampilkan skenario di mana 5 cm atau lebih abu vulkanik menutupi distrik Shinjuku di Tokyo dua hari setelah letusan.

Abu setebal 30 cm atau lebih, ketika terkena hujan, dapat merusak rumah kayu, sementara hanya 3 cm abu basah saja bisa mengganggu transportasi jalan.

Simulasi ini didasarkan pada skenario yang dirilis oleh Dewan Manajemen Bencana Pusat Pemerintah pada tahun 2020.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Kembangkan AI untuk Deteksi Pohon Berisiko Tumbang, Cegah Kecelakaan di Ruang Publik

2 July 2026 - 14:10 WIB

Pria WNI Asal Indonesia Ditangkap usai Bobol Home Center di Jepang, Ngaku Incar Kunci Koper

2 July 2026 - 11:10 WIB

Jepang Naikkan Pajak Keluar Negara Jadi 3.000 Yen, Biayai Penanganan Lonjakan Wisatawan Asing

2 July 2026 - 10:10 WIB

Aturan Visa Baru Jepang Bikin Pengusaha Asing Cemas, Restoran Terancam Tutup dan Dideportasi

2 July 2026 - 07:52 WIB

Musim Pendakian Gunung Fuji Resmi Dibuka, Ribuan Pendaki Sambut Matahari Terbit Pertama

1 July 2026 - 13:32 WIB

Trending on News