Beberapa layanan kereta peluru (shinkansen) di timur laut Jepang sempat dihentikan pada Selasa akibat hujan lebat, sementara puluhan rumah mengalami kerusakan karena meluapnya sejumlah sungai.
Layanan shinkansen di Prefektur Akita dihentikan Selasa siang antara Stasiun Akita dan Stasiun Morioka di Prefektur Iwate, namun kembali beroperasi sekitar pukul 18.15 waktu setempat, menurut JR East.
Kota Akita mengeluarkan peringatan darurat level tertinggi bagi lebih dari 4.500 penduduk untuk memastikan keselamatan mereka. Langkah serupa juga dilakukan sebagian wilayah Gojome dan Senboku.
Sungai Shinjo dan lima sungai lainnya meluap hingga menyebabkan banjir di 25 rumah di Gojome dan desa Kamikoani per pukul 13.00, menurut pemerintah prefektur. Banyak jalan juga dilaporkan tergenang.
Curah hujan di Kota Kitaakita tercatat melebihi rata-rata September, dengan rekor 190 milimeter turun hanya dalam 24 jam hingga Selasa malam.
Badan Meteorologi Jepang memperingatkan hujan deras diperkirakan masih akan berlanjut hingga Rabu, disertai risiko tanah longsor, petir, angin kencang mendadak, dan hujan es di berbagai wilayah Jepang.
Menurut badan tersebut, sistem tekanan rendah di Laut Okhotsk dan Laut Jepang bergerak ke timur laut menuju Kepulauan Kuril timur dan Jepang.
Total curah hujan hingga pukul 18.00 Rabu diperkirakan mencapai 180 mm di wilayah timur laut, 150 mm di wilayah Hokuriku (sepanjang Laut Jepang), dan 120 mm di wilayah Kanto-Koshin di Jepang timur.
Sc : mainichi







