Pangeran Hisahito mengunjungi kompleks makam kekaisaran di Tokyo Barat pada 9 September untuk menghormati para leluhur kerajaan setelah mengikuti upacara resmi yang menandai kedewasaannya.
Dengan balutan busana formal bergaya Barat lengkap dengan topi sutra, Pangeran Hisahito membungkuk di depan Mausoleum Musashino di Hachioji, tempat peristirahatan terakhir Kaisar Showa, buyutnya.
Hisahito merupakan putra Pangeran Mahkota Fumihito dan Putri Mahkota Kiko, serta keponakan Kaisar Naruhito. Ia menempati urutan kedua dalam garis suksesi menuju Takhta Krisantemum.
Kunjungan ini menjadi laporan resmi atas penyelesaian upacara kedewasaan yang digelar di Istana Kekaisaran pada 6 September, bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-19.
Sekitar 100 orang berkumpul di luar kompleks makam untuk merayakan momen istimewa bagi calon kaisar Jepang tersebut.
Selain Kaisar Showa, Hisahito juga berziarah ke makam Kaisar Taisho; istrinya, Permaisuri Teimei; serta Permaisuri Kojun, istri Kaisar Showa.
Sehari sebelumnya, pada 8 September, Hisahito berkunjung ke Kuil Ise Jingu di Prefektur Mie untuk melaporkan penyelesaian rangkaian ritual kedewasaannya. Kuil Ise Jingu merupakan situs paling suci dalam agama Shinto yang memuja Amaterasu-Omikami, dewi matahari yang diyakini sebagai leluhur mitologis keluarga kekaisaran.
Di sepanjang jalan, sang pangeran disambut staf kuil dan anak-anak taman kanak-kanak setempat.
Pada sore harinya, ia melanjutkan perjalanan ke Kashihara, Prefektur Nara, untuk berziarah ke makam Kaisar Jinmu, kaisar legendaris pertama Jepang. Ini menjadi kali pertama Hisahito melakukan kunjungan mandiri ke lokasi tersebut.
Sebagai penutup rangkaian upacara dan ritual resmi, jamuan makan malam perayaan dijadwalkan berlangsung pada 10 September di Meiji Kinenkan, sebuah gedung pertemuan pribadi di Tokyo.
Sc ; asahi







