Kementerian Transportasi Jepang pada Rabu menegur Japan Airlines Co. (JAL) dan mendesak maskapai itu untuk segera melaporkan langkah pencegahan yang akan diambil, setelah seorang pilot gagal dalam tes alkohol pra-penerbangan untuk rute Hawaii–Jepang, sehingga menyebabkan tiga penerbangan tertunda berjam-jam.
Maskapai besar asal Jepang ini dalam beberapa tahun terakhir memang kerap menghadapi insiden serupa yang melibatkan pilotnya. Teguran kali ini datang setelah peringatan resmi sebelumnya yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata pada Desember lalu.
Menurut kementerian, pegawai JAL dinilai kurang memperhatikan aspek keselamatan. Karena itu, pihak maskapai diminta menyusun langkah pencegahan secara rinci dan menyerahkannya sebelum akhir bulan ini.
“Kami menganggap masalah ini sangat serius dan dengan tulus meminta maaf telah menimbulkan kekhawatiran serta ketidaknyamanan,” kata Presiden JAL, Mitsuko Tottori, dalam konferensi pers. Ia menambahkan, pihaknya akan memecat pilot yang terlibat.
Tottori juga menyebut JAL akan memperketat pengawasan dengan memanfaatkan data kesehatan dan kriteria lain untuk memastikan pilot layak terbang. Saat ini, empat pilot JAL telah diskors dari tugas terbang.
Dalam kasus terbaru, sang pilot diketahui meminum tiga gelas besar bir (masing-masing 568 ml) sehari sebelum penerbangan pada 28 Agustus dari Honolulu menuju Bandara Chubu di dekat Nagoya.
Keesokan paginya, kapten itu menggunakan alat tes pribadinya sekitar 60 kali, dengan hasil selalu menunjukkan adanya kandungan alkohol. Ia bahkan mengubah tanggal di beberapa hasil tes untuk mencoba menunjukkan seolah-olah tes dilakukan lebih awal.
Sebelum jadwal penerbangan, ia melaporkan kepada perusahaan bahwa dirinya merasa tidak sehat, mengakui telah minum sehari sebelumnya, serta mengonfirmasi bahwa alat tesnya terus menunjukkan adanya alkohol.
Ia pun ditarik dari tugas, menyebabkan penerbangan yang seharusnya ia pimpin tertunda sekitar dua jam. Sementara itu, dua penerbangan lain dari Honolulu menuju Bandara Haneda Tokyo ikut tertunda lebih dari 18 jam.
Menurut JAL, pilot tersebut sebenarnya sudah pernah diberi tanda khusus untuk pemantauan ketat sejak tujuh tahun lalu, ketika ia ditemukan memiliki kadar alkohol rendah meski masih di bawah ambang batas. Saat itu, ia berjanji akan berhenti minum.
Namun, kali ini ia melanggar aturan internal yang diberlakukan JAL sejak Desember lalu, setelah kasus serupa di mana pilot mencoba menyembunyikan konsumsi alkohol berlebihan sebelum penerbangan dari Melbourne menuju Narita. Insiden tersebut sebelumnya membuat Kementerian Transportasi Jepang mengeluarkan peringatan perbaikan bisnis bagi JAL.
Sc : KN







