Menu ✖

Dark Mode
Anime Macross Frontier Akan Rilis Blu-ray Deluxe Edition pada 2027 Mobil Berdiplomatik Rusia Tabrakan di Depan Kementerian Luar Negeri Jepang, Empat Orang Terluka Film Anime Gundam Seed FREEDOM ZERO Tayang Januari 2027 di Jepang, Trailer Terbaru Dirilis Sambut Hari Godzilla, Stasiun Hibiya Tokyo Akan Putar Lagu Tema Godzilla Sebelum Kereta Berangkat Data Paspor Ratusan Pelanggan H.I.S. Diduga Bocor, Dua Perusahaan Jepang Umumkan Kebocoran Data Kasus WNI di Yamanashi Jepang Yang Tusuk Rekan Kerja Divonis 2 Tahun Penjara dengan Masa Percobaan

News

Harga Tanah di Jepang Naik Tertinggi Sejak 1992, Didongkrak Wisata dan Investasi Asing

badge-check


					Harga Tanah di Jepang Naik Tertinggi Sejak 1992, Didongkrak Wisata dan Investasi Asing Perbesar

Harga rata-rata tanah di Jepang per 1 Juli 2025 naik 1,5 persen dibanding tahun sebelumnya, mencatat pertumbuhan tertajam sejak 1992. Data pemerintah pada Selasa menunjukkan lonjakan ini dipicu oleh permintaan perumahan yang kuat serta meningkatnya pariwisata asing.

Kenaikan harga tanah ini terjadi empat tahun berturut-turut, juga terdorong oleh minat investasi dari luar negeri yang semakin besar akibat lemahnya yen. Harga tanah komersial naik 2,8 persen, seiring banyaknya pembangunan hotel dan toko baru di kawasan perkotaan yang dibanjiri turis asing.

“Permintaan investasi dari orang asing semakin meningkat, terutama untuk apartemen di pusat Tokyo dan area resor di Hokkaido,” kata pejabat dari Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata.

Harga tanah perumahan naik 1,0 persen, didorong oleh tingginya permintaan hunian di kota besar dan asrama karyawan di kawasan resor. Namun, beberapa daerah mengalami pertumbuhan lambat karena biaya konstruksi yang melonjak.

Furano, dekat area ski Hokkaido yang populer di kalangan investor luar negeri, mencatat kenaikan harga tanah perumahan tertinggi sebesar 27,1 persen. Sementara itu, Chitose—lokasi pabrik semikonduktor Rapidus Corp. di Hokkaido—mencatat lonjakan harga tanah komersial terbesar, yakni 31,4 persen.

Di kawasan metropolitan Tokyo, Osaka, dan Nagoya, harga tanah naik rata-rata 4,3 persen, baik untuk lahan perumahan maupun komersial.

Untuk ketiga tahun berturut-turut, harga tanah di daerah juga meningkat, dengan perumahan naik 0,1 persen dan komersial naik 1,0 persen. Dari 47 prefektur, 20 mencatat kenaikan harga tanah perumahan, bertambah tiga dari tahun lalu, sementara 26 lainnya mengalami penurunan.

Lahan komersial Meidi-ya Ginza di distrik perbelanjaan Ginza, Tokyo, tetap menjadi yang termahal dengan harga 46,9 juta yen (sekitar Rp4,6 miliar) per meter persegi, mempertahankan posisinya selama 20 tahun berturut-turut.

Setelah gelembung aset Jepang pecah pada 1992, harga tanah sempat terus turun, sebelum berbalik naik dalam beberapa tahun terakhir setelah pulih dari krisis keuangan global dan pandemi COVID-19.

Sc ; KN 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Anime Macross Frontier Akan Rilis Blu-ray Deluxe Edition pada 2027

9 October 2026 - 18:10 WIB

Mobil Berdiplomatik Rusia Tabrakan di Depan Kementerian Luar Negeri Jepang, Empat Orang Terluka

9 October 2026 - 15:10 WIB

Sambut Hari Godzilla, Stasiun Hibiya Tokyo Akan Putar Lagu Tema Godzilla Sebelum Kereta Berangkat

8 October 2026 - 14:10 WIB

Data Paspor Ratusan Pelanggan H.I.S. Diduga Bocor, Dua Perusahaan Jepang Umumkan Kebocoran Data

8 October 2026 - 11:10 WIB

Kasus WNI di Yamanashi Jepang Yang Tusuk Rekan Kerja Divonis 2 Tahun Penjara dengan Masa Percobaan

8 October 2026 - 10:10 WIB

Trending on News