Menu

Dark Mode
Anime Remake One Piece Versi Netflix Tayang Februari 2027, Musim Pertama Hanya 7 Episode Sega Rilis Sonic Frontiers: Definitive Edition untuk Nintendo Switch 2 Pemerintah Prefektur Mie Lanjutkan Warga Negara Asing Tetap Dapat Mengikuti Ujian Rekrutmen PNS Waspada! Hujan Ekstrem Ancam Kyushu, Jepang Juga Dipantau Dua Topan Sekaligus Film Crayon Shin-chan Terbaru Bertema Dunia Yokai, Dua Member FRUITS ZIPPER Ikut Jadi Pengisi Suara Film Live-Action Golden Kamuy 2 Tayang di Netflix Mulai 13 Juli

News

Harga Tanah di Jepang Naik Tertinggi Sejak 1992, Didongkrak Wisata dan Investasi Asing

badge-check


					Harga Tanah di Jepang Naik Tertinggi Sejak 1992, Didongkrak Wisata dan Investasi Asing Perbesar

Harga rata-rata tanah di Jepang per 1 Juli 2025 naik 1,5 persen dibanding tahun sebelumnya, mencatat pertumbuhan tertajam sejak 1992. Data pemerintah pada Selasa menunjukkan lonjakan ini dipicu oleh permintaan perumahan yang kuat serta meningkatnya pariwisata asing.

Kenaikan harga tanah ini terjadi empat tahun berturut-turut, juga terdorong oleh minat investasi dari luar negeri yang semakin besar akibat lemahnya yen. Harga tanah komersial naik 2,8 persen, seiring banyaknya pembangunan hotel dan toko baru di kawasan perkotaan yang dibanjiri turis asing.

“Permintaan investasi dari orang asing semakin meningkat, terutama untuk apartemen di pusat Tokyo dan area resor di Hokkaido,” kata pejabat dari Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata.

Harga tanah perumahan naik 1,0 persen, didorong oleh tingginya permintaan hunian di kota besar dan asrama karyawan di kawasan resor. Namun, beberapa daerah mengalami pertumbuhan lambat karena biaya konstruksi yang melonjak.

Furano, dekat area ski Hokkaido yang populer di kalangan investor luar negeri, mencatat kenaikan harga tanah perumahan tertinggi sebesar 27,1 persen. Sementara itu, Chitose—lokasi pabrik semikonduktor Rapidus Corp. di Hokkaido—mencatat lonjakan harga tanah komersial terbesar, yakni 31,4 persen.

Di kawasan metropolitan Tokyo, Osaka, dan Nagoya, harga tanah naik rata-rata 4,3 persen, baik untuk lahan perumahan maupun komersial.

Untuk ketiga tahun berturut-turut, harga tanah di daerah juga meningkat, dengan perumahan naik 0,1 persen dan komersial naik 1,0 persen. Dari 47 prefektur, 20 mencatat kenaikan harga tanah perumahan, bertambah tiga dari tahun lalu, sementara 26 lainnya mengalami penurunan.

Lahan komersial Meidi-ya Ginza di distrik perbelanjaan Ginza, Tokyo, tetap menjadi yang termahal dengan harga 46,9 juta yen (sekitar Rp4,6 miliar) per meter persegi, mempertahankan posisinya selama 20 tahun berturut-turut.

Setelah gelembung aset Jepang pecah pada 1992, harga tanah sempat terus turun, sebelum berbalik naik dalam beberapa tahun terakhir setelah pulih dari krisis keuangan global dan pandemi COVID-19.

Sc ; KN 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pemerintah Prefektur Mie Lanjutkan Warga Negara Asing Tetap Dapat Mengikuti Ujian Rekrutmen PNS

24 June 2026 - 12:10 WIB

Waspada! Hujan Ekstrem Ancam Kyushu, Jepang Juga Dipantau Dua Topan Sekaligus

24 June 2026 - 10:10 WIB

Legendaris! Shinkansen Seri 500 dan Doctor Yellow Akan Pensiun pada 2027

23 June 2026 - 15:10 WIB

Jepang Akan Hapus Formulir Bea Cukai Kertas di Bandara Mulai 2030

23 June 2026 - 11:10 WIB

Universitas di Jepang Siapkan Uji Klinis Transplantasi Rahim, Buka Harapan Baru bagi Perempuan yang Tidak Bisa Hamil

23 June 2026 - 10:10 WIB

Trending on News