Menu

Dark Mode
SCANDAL Umumkan Akan Bubar pada 2027 Biaya Visa Jepang Naik, Warga Asing yang Kesulitan Finansial Tertentu Bisa Dapat Keringanan Turis Asing Diserang Beruang Saat Berjalan di Dekat Danau Towada, Aomori Boruto: Two Blue Vortex Libur Terbit Bulan Ini, Chapter Baru Kembali September 71,7% Warga Jepang Khawatir Kondisi Keuangan Negara Memburuk Usai Pajak Makanan Dipangkas Warga Asing di Kumamoto Kesulitan Dapat Informasi Gempa, Hanya 3 dari 19 Kota Punya Layanan Khusus

News

Gubernur BOJ Tegaskan Kenaikan Suku Bunga Akan Berlanjut, Umumkan Penjualan Aset

badge-check


					Gubernur BOJ Tegaskan Kenaikan Suku Bunga Akan Berlanjut, Umumkan Penjualan Aset Perbesar

Gubernur Bank of Japan (BOJ) Kazuo Ueda pada Jumat (19/9) menegaskan komitmen bank sentral untuk melanjutkan kenaikan suku bunga, bersamaan dengan langkah normalisasi moneter yang kian intensif setelah memutuskan menjual aset yang menumpuk lebih dari satu dekade akibat kebijakan pelonggaran ultra-longgar.

Sesuai perkiraan pasar, BOJ mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 0,5 persen untuk pertemuan kebijakan kelima berturut-turut, setelah menaikkannya ke level tersebut pada Januari lalu. Ueda menegaskan, “Jika prospek ekonomi dan harga terwujud, kami akan terus menaikkan suku bunga kebijakan dan menyesuaikan tingkat akomodasi moneter.”

Kebijakan perdagangan agresif Presiden AS Donald Trump disebut berpotensi menekan perekonomian Jepang yang bergantung pada ekspor. Ueda menilai risiko itu belum tampak nyata, namun mengingatkan perlunya kewaspadaan.

Dalam pertemuan tersebut, dua anggota dewan, Hajime Takata dan Naoki Tamura, menolak keputusan mempertahankan suku bunga dan mengusulkan kenaikan ke 0,75 persen—langkah yang oleh pengamat dianggap sebagai sinyal menuju kenaikan berikutnya.

Selain itu, BOJ memutuskan menjual exchange-traded funds (ETF) senilai sekitar 330 miliar yen (US$2,2 miliar) per tahun dan Japan real estate investment trusts (J-REITs) senilai 5 miliar yen. Aset ini awalnya dibeli untuk mendukung pelonggaran moneter, namun pembelian dihentikan sejak Maret 2024 dan kini BOJ mulai mengurangi kepemilikannya.

BOJ menekankan bahwa volume penjualan hanya sekitar 0,05 persen dari nilai transaksi pasar agar tidak menimbulkan gejolak. Meski pengumuman mendadak sempat menekan indeks saham utama Jepang, Ueda menenangkan pasar dengan menyatakan butuh lebih dari 100 tahun untuk sepenuhnya mengeksekusi rencana tersebut.

Bank sentral tetap mempertahankan pandangan bahwa target inflasi 2 persen akan tercapai pada paruh kedua periode proyeksi tiga tahun hingga Maret 2028, yang menjadi syarat untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Seiring kenaikan harga-harga, banyak ekonom swasta memperkirakan BOJ akan kembali menaikkan suku bunga pada akhir tahun. Pertemuan kebijakan berikutnya dijadwalkan pada akhir Oktober dan Desember.

Di sisi lain, ketidakpastian politik juga menjadi perhatian setelah Perdana Menteri Shigeru Ishiba mengundurkan diri menyusul kekalahan pemilu. Partai Demokrat Liberal (LDP) akan menggelar pemilihan ketua baru pada 4 Oktober mendatang. Ueda menolak berkomentar mengenai isu politik tersebut.

Sementara itu, di AS, Federal Reserve pekan ini memangkas suku bunga acuannya untuk pertama kali sejak Desember karena pertumbuhan lapangan kerja melemah. Langkah ini mempersempit selisih suku bunga Jepang-AS dan sempat menguatkan yen terhadap dolar.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Biaya Visa Jepang Naik, Warga Asing yang Kesulitan Finansial Tertentu Bisa Dapat Keringanan

25 August 2026 - 13:31 WIB

Turis Asing Diserang Beruang Saat Berjalan di Dekat Danau Towada, Aomori

24 August 2026 - 13:10 WIB

71,7% Warga Jepang Khawatir Kondisi Keuangan Negara Memburuk Usai Pajak Makanan Dipangkas

24 August 2026 - 10:10 WIB

Warga Asing di Kumamoto Kesulitan Dapat Informasi Gempa, Hanya 3 dari 19 Kota Punya Layanan Khusus

24 August 2026 - 07:07 WIB

Menyamar Jadi Orang Asing, Pria Jepang Mencoba Merampok Sebuah Konbini di Gunma Berhasil Ditangkap Polisi

22 August 2026 - 13:28 WIB

Trending on News