Menu

Dark Mode
Kosakata Jepang yang Sering Didengar dari Pengumuman Stasiun Manga Legendaris Shoujo “Red River” Dapat Adaptasi Anime, Tayang Musim Panas Tahun Ini Dead or Alive 6 Dapat Versi Baru! “Last Round” Rilis Juni, Support PS5, Xbox Series, & PC Berani Dateng? Jepang Buka “Zombie Ship” di Laut Lepas, Horor 2 Jam Tanpa Jalan Kabur Ketemu Jodoh di Dating App Makin Umum di Jepang, Tapi Kasus “Ngaku Jomblo Padahal Sudah Nikah” Ikut Meningkat Jumlah Bunuh Diri di Jepang Turun di Bawah 20 Ribu pada 2025, Namun Kasus di Kalangan Pelajar Masih Tinggi

News

Program “Kampung Halaman Afrika” Pemerintah Jepang Akan Dibatalkan Akibat Protes Publik

badge-check


					Program “Kampung Halaman Afrika” Pemerintah Jepang Akan Dibatalkan Akibat Protes Publik Perbesar

Badan bantuan yang didukung pemerintah Jepang tengah mempertimbangkan untuk membatalkan program “kampung halaman” yang memicu protes berupa panggilan telepon dan surel ke pemerintah kota yang ditunjuk sebagai lokasi program, di tengah klaim bahwa inisiatif tersebut akan mendorong imigrasi dari Afrika, menurut beberapa sumber pada Kamis.

Bulan lalu, setelah Japan International Cooperation Agency (JICA) menetapkan empat kota untuk memperkuat hubungan dengan Afrika, pemerintah kota-kota tersebut dibanjiri keluhan publik yang menuding bahwa peningkatan migrasi dari Afrika akan memperburuk ketertiban umum.

Dalam program “JICA Africa Hometown”, keempat kota dipasangkan dengan negara-negara mitra di Afrika: Imabari di Prefektur Ehime dengan Mozambik, Kisarazu di Prefektur Chiba dengan Nigeria, Nagai di Prefektur Yamagata dengan Tanzania, dan Sanjo di Prefektur Niigata dengan Ghana.

Setelah pengumuman program tersebut di sela-sela Konferensi Internasional Tokyo ke-9 tentang Pembangunan Afrika (TICAD9) di Yokohama pada Agustus lalu, pemerintah Nigeria menyatakan bahwa Jepang akan “menciptakan kategori visa khusus bagi anak muda Nigeria yang berbakat, inovatif, dan terampil tinggi untuk tinggal dan bekerja di Kisarazu.”

Namun, Jepang menegaskan tidak berencana membuat visa semacam itu dan telah meminta Nigeria untuk mengoreksi informasi tersebut.

Pada Kamis pagi, Kepala Sekretaris Kabinet Yoshimasa Hayashi mengatakan dalam konferensi pers bahwa pemerintah tengah berdiskusi dengan JICA, Kementerian Luar Negeri, dan pemerintah kota terkait untuk segera memutuskan arah program tersebut.

Jepang secara tradisional menerapkan kebijakan imigrasi yang ketat dan berhati-hati terhadap pekerja asing, meski dalam beberapa tahun terakhir semakin banyak menerima pekerja asing dengan status “pekerja terampil khusus” untuk menutupi kekurangan tenaga kerja yang kronis akibat penuaan penduduk dan menurunnya angka kelahiran.

 Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jumlah Bunuh Diri di Jepang Turun di Bawah 20 Ribu pada 2025, Namun Kasus di Kalangan Pelajar Masih Tinggi

18 February 2026 - 15:10 WIB

Ketemu Jodoh di Dating App Makin Umum di Jepang, Tapi Kasus “Ngaku Jomblo Padahal Sudah Nikah” Ikut Meningkat

18 February 2026 - 15:10 WIB

Pekerja Tewas Terbakar dalam Tradisi Pembakaran Padang Rumput di Yamaguchi

16 February 2026 - 15:10 WIB

Jepang Minta Data Kewarganegaraan Penghuni Asing Rumah Susun, Alasan Evakuasi dan Ketertiban

16 February 2026 - 14:10 WIB

3 Anak Remaja di Daerah Dotonbori Osaka Jadi Korban Penusukan, 1 Orang Meninggal

16 February 2026 - 11:10 WIB

Trending on News