Menu

Dark Mode
Trailer Baru Ranma ½ Season 3 Dirilis, Tayang Oktober 2026 di Netflix MAPPA Rilis Teaser Baru Chainsaw Man: Assassins Arc, Tatsuya Yoshihara Kembali Jadi Sutradara Jepang Mulai Reklamasi Laut Okinawa untuk Relokasi Pangkalan Militer AS yang Kontroversial Layanan Tokaido Shinkansen Dihentikan Setelah Seseorang Masuk ke Jalur Rel di Hamamatsu Jepang Naikkan Biaya Visa Single Entry hingga 5 Kali Lipat Mulai Juli 2026 Kebakaran di SD Tokyo, 10 Orang Terluka dan Ratusan Siswa Dievakuasi

News

Pemerintah Jepang Pertimbangkan Kemampuan Bahasa Jepang Jadi Syarat untuk Mengajukan Permanen Residen Bagi Warga Asing

badge-check


					Pemerintah Jepang Pertimbangkan Kemampuan Bahasa Jepang Jadi Syarat untuk Mengajukan Permanen Residen Bagi Warga Asing Perbesar

Pemerintah Jepang tengah mempertimbangkan untuk menambahkan kemampuan bahasa Jepang sebagai salah satu syarat memperoleh izin tinggal permanen (permanent residency), menurut sumber yang mengetahui rencana tersebut pada Kamis.

Gagasan ini diperkirakan akan dimasukkan ke dalam proposal persyaratan baru yang sedang disusun oleh panel Partai Demokrat Liberal (LDP) yang berkuasa, dan ditargetkan rampung pada April 2027, bertepatan dengan mulai berlakunya revisi Undang-Undang Pengendalian Imigrasi dan Pengakuan Pengungsi.

Revisi undang-undang tersebut juga memungkinkan pencabutan status izin tinggal permanen jika pemegangnya dengan sengaja mengabaikan kewajiban publik, seperti tidak membayar pajak.

Menurut Badan Layanan Imigrasi Jepang, jumlah penduduk asing di Jepang mencapai rekor tertinggi, yakni 3,96 juta orang per akhir Juni. Dari jumlah tersebut, pemegang izin tinggal permanen merupakan kelompok terbesar, sekitar 930.000 orang atau 23,6 persen dari total penduduk asing.

Saat ini, warga negara asing yang mengajukan izin tinggal permanen harus telah tinggal di Jepang setidaknya selama 10 tahun, serta menunjukkan bukti kemampuan untuk mencukupi kebutuhan hidup secara mandiri, di antara persyaratan lainnya.

Seiring dengan perkiraan meningkatnya jumlah pemegang izin tinggal permanen di masa depan, pemerintah mulai membahas penambahan syarat baru, seperti kemampuan bahasa Jepang, kewajiban mengikuti program edukasi tentang aturan hidup bermasyarakat, serta kemungkinan menaikkan batas minimum pendapatan.

Selain itu, pemerintah juga meninjau pengetatan aturan kerja paruh waktu bagi mahasiswa asing. Saat ini, mahasiswa asing diperbolehkan bekerja hingga 28 jam per minggu di luar status izin tinggal utama mereka, jika mendapat izin dari otoritas imigrasi.

Ke depan, pemerintah mempertimbangkan untuk mengubah sistem perizinan kerja tersebut dengan melakukan seleksi berdasarkan prestasi akademik dan faktor lainnya, alih-alih memberikan izin kerja secara otomatis saat kedatangan di Jepang.

Di sisi lain, meningkatnya kasus warga asing pemegang visa “Engineer/Specialist in Humanities/International Services” yang justru ditempatkan pada pekerjaan tidak terampil—yang tidak diperbolehkan dalam status visa tersebut—mendorong pemerintah untuk mempertimbangkan pengawasan yang lebih ketat terhadap perusahaan penyalur tenaga kerja dan pihak pemberi kerja lainnya.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Mulai Reklamasi Laut Okinawa untuk Relokasi Pangkalan Militer AS yang Kontroversial

20 June 2026 - 12:10 WIB

Layanan Tokaido Shinkansen Dihentikan Setelah Seseorang Masuk ke Jalur Rel di Hamamatsu

20 June 2026 - 10:10 WIB

Jepang Naikkan Biaya Visa Single Entry hingga 5 Kali Lipat Mulai Juli 2026

20 June 2026 - 06:54 WIB

Kebakaran di SD Tokyo, 10 Orang Terluka dan Ratusan Siswa Dievakuasi

19 June 2026 - 14:50 WIB

Shinkansen Bertema Disney Mulai Beroperasi, Rayakan HUT ke-25 Tokyo DisneySea

19 June 2026 - 13:56 WIB

Trending on News