Menu

Dark Mode
Robot AI Tenis Meja Buatan Sony Mampu Saingi Kemampuan Atlet Profesional Jepang Mulai Jual Senjata ke Luar Negeri, Indonesia Bakal Jadi Target Market? Film Live-Action BLUE LOCK Rilis Trailer Baru, Tayang 7 Agustus Kereta Shinkansen Tertunda 3 Menit, Petugas Ketiduran di Ruang Istirahat Jepang Siapkan Aturan Verifikasi Usia Lebih Ketat di Media Sosial untuk Lindungi Anak Dua Kebakaran Hutan Terjadi Bersamaan di Iwate, Ribuan Warga Diminta Mengungsi

News

Limbah Popok Dewasa Bekas Jadi Tantangan Baru Jepang: Produsen Temukan Cara Daur Ulang Ramah Lingkungan

badge-check


					Limbah Popok Dewasa Bekas Jadi Tantangan Baru Jepang: Produsen Temukan Cara Daur Ulang Ramah Lingkungan Perbesar

Menghadapi meningkatnya jumlah popok dewasa bekas, sejumlah produsen besar di Jepang kini berlomba mencari cara inovatif untuk mendaur ulang limbah tersebut — mengubah sampah menjadi sumber daya baru demi mengurangi pembakaran dan emisi karbon.

Langkah ini sejalan dengan pedoman Kementerian Lingkungan Jepang (Environment Ministry) yang diterbitkan pada tahun 2020, yang mendorong perusahaan swasta dan pemerintah daerah untuk mengembangkan solusi daur ulang popok bekas.

Seiring menurunnya angka kelahiran di Jepang, produksi popok bayi terus menurun. Sebaliknya, permintaan popok dewasa diprediksi terus meningkat seiring bertambahnya populasi lansia. Menurut data kementerian, proporsi popok bekas dalam total sampah rumah tangga diperkirakan naik dari sekitar 5 persen pada tahun fiskal 2020 menjadi 7 persen pada tahun fiskal 2030.

Selama ini, popok bekas biasanya dibakar bersama sampah umum. Namun, kadar air yang tinggi membuat proses pembakaran sulit dan mengurangi efisiensi energi. Padahal, popok mengandung bahan seperti pulp berkualitas tinggi, resin, dan zat penyerap yang masih bisa dimanfaatkan kembali.

Melalui proses yang disebut “horizontal recycling”, pulp dari popok bekas dapat diekstraksi dan digunakan ulang sebagai bahan baku untuk membuat produk baru — bahkan memungkinkan produksi popok baru dari popok lama.

Awal bulan ini, Kao Corp. menandatangani kerja sama dengan kota kecil Kamikatsu di Prefektur Tokushima, Jepang barat, untuk melakukan uji coba produksi sumber energi alternatif pengganti bahan bakar fosil dari popok bekas yang dikumpulkan di wilayah tersebut.

Sebelumnya, Kao telah menjalankan proyek serupa di kota Saijo, Prefektur Ehime, sejak tahun 2021. Menurut perwakilan perusahaan, keunggulan sistem ini adalah popok dapat diproses di lokasi dan volumenya berkurang hingga satu per dua puluh dari ukuran semula.

“Kami ingin mengeksplorasi potensi bisnis dari proyek ini, meski masih ada tantangan dari sisi biaya,” ujar pejabat Kao tersebut.

Tak hanya Kao, Unicharm Corp. juga telah meluncurkan popok hasil daur ulang yang dibuat dari pulp bekas yang disterilkan, bekerja sama dengan dua kota di Prefektur Kagoshima. Sementara itu, Daio Paper Corp. turut bergabung dalam proyek daur ulang popok bersama tiga pemerintah daerah di Prefektur Fukuoka.

Upaya bersama antara sektor publik dan swasta ini menunjukkan keseriusan Jepang dalam menangani limbah popok dewasa, yang jumlahnya terus meningkat seiring penuaan penduduk — sembari membuka peluang baru dalam ekonomi sirkular yang ramah lingkungan.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Mulai Jual Senjata ke Luar Negeri, Indonesia Bakal Jadi Target Market?

24 April 2026 - 07:17 WIB

Kereta Shinkansen Tertunda 3 Menit, Petugas Ketiduran di Ruang Istirahat

23 April 2026 - 18:10 WIB

Jepang Siapkan Aturan Verifikasi Usia Lebih Ketat di Media Sosial untuk Lindungi Anak

23 April 2026 - 13:10 WIB

Dua Kebakaran Hutan Terjadi Bersamaan di Iwate, Ribuan Warga Diminta Mengungsi

23 April 2026 - 11:10 WIB

Prefektur Ibaraki Siapkan Imbalan bagi Pelapor Pekerja Asing Ilegal Mulai 11 Mei

23 April 2026 - 08:59 WIB

Trending on News