JR East melaporkan adanya keterlambatan kecil pada layanan Shinkansen setelah seorang kondektur perempuan berusia 20-an tahun tertidur di ruang istirahat saat sedang bertugas.
Insiden ini terjadi di Stasiun Shin-Aomori, ketika kereta Tōhoku Shinkansen dengan layanan Hayabusa 24 tujuan Tokyo dijadwalkan berangkat pukul 13.52. Akibat kejadian tersebut, kereta mengalami keterlambatan sekitar 3 menit.
Menurut pihak JR East cabang Aomori, sang kondektur sempat beristirahat dan telah memasang alarm agar tidak terlambat. Namun, ia tidak menyadarinya hingga akhirnya baru terbangun sekitar pukul 13.50 dan segera mengambil alih tugas dari rekan pengganti.
Pihak perusahaan menyampaikan permintaan maaf kepada penumpang atas ketidaknyamanan yang terjadi dan menegaskan akan memperkuat langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.
Meski hanya terlambat beberapa menit, kasus ini tetap menjadi sorotan karena kedisiplinan operasional kereta cepat di Jepang dikenal sangat ketat dan biasanya sangat tepat waktu.
Sc : newsjp








