Menu

Dark Mode
Tren Side Job di Jepang Meningkat, Tak Lagi Sekadar Cari Tambahan Uang Warga Lokal Demo Terkait Tolak Rencana Pembangunan Masjid di Fujisawa Prefektur Kanagawa Jepang Jepang Siapkan Aturan Baru, Kripto Akan Dianggap sebagai Produk Keuangan Jepang Targetkan Industri Anime Tembus Rp6000 Triliun di Pasar Global pada 2033 Mayoritas Pelajar Jepang Sudah Gunakan AI, Terutama untuk Belajar dan Mencari Informasi Japan Rail Pass Naik Lagi Mulai Oktober 2026, Harga Tembus 53.000 Yen

News

Jepang Dikabarkan Akan Keluar dari AFC dan Akan Bentuk Federasi Baru, Benarkah Demikian?

badge-check


					Jepang Dikabarkan Akan Keluar dari AFC dan Akan Bentuk Federasi Baru, Benarkah Demikian? Perbesar

Isu mengejutkan tengah mengguncang dunia sepak bola Asia. Federasi Sepak Bola Jepang (JFA) dikabarkan tengah mempertimbangkan langkah ekstrem keluar dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dan membentuk organisasi tandingan bernama Federasi Asia Timur.

Spekulasi ini pertama kali mencuat lewat laporan media Irak, UTV, pada 16 Oktober 2025, dan kemudian ramai diberitakan oleh sejumlah media olahraga Asia. Meski belum ada pernyataan resmi dari pihak JFA, kabar ini memantik perdebatan luas di kalangan penggemar sepak bola internasional.

Kekecewaan yang Memuncak

Ketidakpuasan Jepang terhadap AFC disebut sudah berlangsung lama. Federasi Negeri Sakura itu menilai keputusan-keputusan AFC dalam beberapa tahun terakhir semakin jauh dari prinsip fair play dan transparansi.

Puncak kekecewaan terjadi pada ajang Liga Champions Asia Elite (ACLE) 2024/2025, ketika klub Jepang Vissel Kobe harus tersingkir karena perubahan format kompetisi secara sepihak setelah klub asal Tiongkok, Shandong Taishan, mundur di tengah musim.

Akibat keputusan itu, Vissel Kobe yang seharusnya berada di posisi ketiga justru terlempar ke peringkat kelima dan kehilangan tiket ke babak berikutnya. Lebih parah lagi, AFC tetap menjatuhkan denda kepada Kobe atas insiden perkelahian melawan Shandong, meskipun pertandingan tersebut kemudian dibatalkan.

Situasi ini dianggap mencerminkan standar ganda dan lemahnya keadilan dalam pengambilan keputusan AFC.

Kritik terhadap Dominasi Negara Qatar dan Arab Saudi

Selain masalah teknis kompetisi, sejumlah laporan menyebut JFA juga menyoroti meningkatnya pengaruh negara-negara Teluk — terutama Qatar — dalam kebijakan AFC.
Beberapa keputusan strategis, seperti penunjukan Qatar dan Arab Saudi sebagai tuan rumah putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, dinilai terlalu menguntungkan kawasan tersebut.

“Banyak pihak di Jepang menilai arah kebijakan AFC saat ini terlalu condong pada kepentingan finansial, bukan lagi pada pengembangan sepak bola secara merata di Asia,” tulis Football Tribe Japan dalam analisisnya.

Potensi Dampak Besar bagi Asia

Meskipun wacana pembentukan Federasi Asia Timur masih bersifat spekulatif, isu ini menimbulkan pertanyaan besar: bagaimana nasib kompetisi sepak bola Asia jika Jepang benar-benar menarik diri?

Jepang adalah salah satu negara dengan ekosistem sepak bola paling maju di Asia, baik dari sisi prestasi, infrastruktur, maupun profesionalitas liga domestik. Jika mereka benar-benar keluar, bukan tidak mungkin beberapa negara lain seperti Korea Selatan, Tiongkok, atau bahkan Indonesia akan meninjau ulang posisi mereka terhadap AFC.

Belum Ada Pernyataan Resmi dari JFA

Hingga kini, JFA belum memberikan pernyataan resmi terkait rumor ini. Namun, sejumlah pengamat menilai bahwa kabar ini mencerminkan meningkatnya ketegangan antara Jepang dan AFC yang selama ini jarang diungkap ke publik.

Banyak pihak berharap JFA dan AFC bisa segera duduk bersama untuk mencari solusi yang adil dan transparan, demi menjaga stabilitas sepak bola Asia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Tren Side Job di Jepang Meningkat, Tak Lagi Sekadar Cari Tambahan Uang

14 April 2026 - 10:10 WIB

Warga Lokal Demo Terkait Tolak Rencana Pembangunan Masjid di Fujisawa Prefektur Kanagawa Jepang

14 April 2026 - 06:50 WIB

Jepang Siapkan Aturan Baru, Kripto Akan Dianggap sebagai Produk Keuangan

13 April 2026 - 17:10 WIB

Mayoritas Pelajar Jepang Sudah Gunakan AI, Terutama untuk Belajar dan Mencari Informasi

13 April 2026 - 12:10 WIB

Jepang Siap Lepas Cadangan Minyak 20 Hari, Antisipasi Krisis Selat Hormuz

11 April 2026 - 18:00 WIB

Trending on News