Menu ✖

Dark Mode
Anime Macross Frontier Akan Rilis Blu-ray Deluxe Edition pada 2027 Mobil Berdiplomatik Rusia Tabrakan di Depan Kementerian Luar Negeri Jepang, Empat Orang Terluka Film Anime Gundam Seed FREEDOM ZERO Tayang Januari 2027 di Jepang, Trailer Terbaru Dirilis Sambut Hari Godzilla, Stasiun Hibiya Tokyo Akan Putar Lagu Tema Godzilla Sebelum Kereta Berangkat Data Paspor Ratusan Pelanggan H.I.S. Diduga Bocor, Dua Perusahaan Jepang Umumkan Kebocoran Data Kasus WNI di Yamanashi Jepang Yang Tusuk Rekan Kerja Divonis 2 Tahun Penjara dengan Masa Percobaan

News

Survei: 70% Remaja Jepang Dukung Sistem Nama Keluarga Terpisah bagi Pasangan Menikah

badge-check


					Survei: 70% Remaja Jepang Dukung Sistem Nama Keluarga Terpisah bagi Pasangan Menikah Perbesar

Sebuah survei terbaru yang dilakukan oleh The Nippon Foundation pada pertengahan Agustus 2025 menunjukkan bahwa mayoritas remaja Jepang mendukung diperkenalkannya sistem opsional nama keluarga terpisah bagi pasangan menikah — sebuah isu yang telah lama menjadi bahan perdebatan di Jepang.

Survei tersebut melibatkan 1.000 remaja berusia 17 hingga 19 tahun, dan hasilnya menunjukkan bahwa sekitar 90% responden mengetahui adanya gagasan sistem ini, dengan sekitar 70% menyatakan tertarik terhadap penerapannya.

Menurut hukum sipil Jepang saat ini, pasangan yang menikah harus menggunakan nama keluarga yang sama, dan dalam 94% kasus, pihak perempuanlah yang mengganti nama keluarganya.

Namun, hanya 20,5% responden yang berpendapat bahwa sistem saat ini “sebaiknya dipertahankan”, termasuk hanya 12,9% perempuan. Sebaliknya, lebih dari separuh responden perempuan (53%) mendukung adanya pilihan untuk mempertahankan nama keluarga masing-masing setelah menikah.

Alasan Pendukung dan Penentang

Di antara mereka yang mendukung sistem nama keluarga terpisah, alasan paling umum adalah:

  • “Ada banyak jenis keluarga di zaman sekarang” (55,0%)

  • “Memiliki pilihan itu penting di era modern” (43,7%)

  • “Mengganti nama itu merepotkan” (19,7%)

Sementara itu, kelompok yang ingin mempertahankan sistem nama keluarga bersama paling banyak menyoroti kekhawatiran tentang nama anak-anak (36,4%). Sekitar 31,8% merasa bahwa izin untuk terus menggunakan nama sebelum menikah sudah cukup, dengan perbedaan mencolok antara 47,7% perempuan dan 19,1% laki-laki. Hanya 13,1% yang menyatakan bahwa “nama keluarga yang sama menciptakan rasa kebersamaan dalam keluarga.”

Sikap terhadap Pernikahan Pribadi

Ketika ditanya nama keluarga apa yang akan mereka pilih setelah menikah, hanya 2,6% responden yang menjawab akan memilih nama terpisah. Sementara itu, 38,9% menyatakan akan menggunakan nama keluarga yang sama, dan 36,4% memilih untuk mendiskusikan hal tersebut dengan pasangan terlebih dahulu.

Menariknya, di kalangan perempuan, 45,2% mengatakan akan mengambil nama keluarga pasangannya — menunjukkan bahwa meskipun banyak yang mendukung opsi nama terpisah secara prinsip, norma sosial tradisional masih memiliki pengaruh kuat dalam praktiknya.

Survei ini menggambarkan adanya pergeseran pandangan generasi muda Jepang terhadap struktur keluarga dan kesetaraan gender, meskipun masih ada kesenjangan antara dukungan terhadap kebebasan memilih dan pilihan pribadi ketika menikah.

Sc : nippon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Anime Macross Frontier Akan Rilis Blu-ray Deluxe Edition pada 2027

9 October 2026 - 18:10 WIB

Mobil Berdiplomatik Rusia Tabrakan di Depan Kementerian Luar Negeri Jepang, Empat Orang Terluka

9 October 2026 - 15:10 WIB

Sambut Hari Godzilla, Stasiun Hibiya Tokyo Akan Putar Lagu Tema Godzilla Sebelum Kereta Berangkat

8 October 2026 - 14:10 WIB

Data Paspor Ratusan Pelanggan H.I.S. Diduga Bocor, Dua Perusahaan Jepang Umumkan Kebocoran Data

8 October 2026 - 11:10 WIB

Kasus WNI di Yamanashi Jepang Yang Tusuk Rekan Kerja Divonis 2 Tahun Penjara dengan Masa Percobaan

8 October 2026 - 10:10 WIB

Trending on News