Menu

Dark Mode
Jepang Catat Rekor Terendah Sampah Makanan Selama Tiga Tahun Berturut-turut Jepang Siapkan Uji Coba Transplantasi Ginjal Babi ke Manusia Mulai 2028 Festival Awa Odori di Jepang Jual Tiket VIP Rp55 Juta, Bisa Nonton dari Sofa Sambil Menikmati Hidangan Mewah Drama Panggung Spirited Away Gelar Tur Dunia, Perdana Tampil di Amerika Utara Tim Samurai Blue Tersingkir di 32 Besar dari Piala Dunia, Kebobolan di Menit Akhir saat 1-2 Lawan Brasil Belum Lama Tamat, Anime Wistoria: Wand and Sword Langsung Dapat Lampu Hijau untuk Season 3

News

Jepang Pertimbangkan Naikkan Pajak Keberangkatan Jadi 3.000 Yen untuk Atasi Lonjakan Wisatawan Asing

badge-check


					Jepang Pertimbangkan Naikkan Pajak Keberangkatan Jadi 3.000 Yen untuk Atasi Lonjakan Wisatawan Asing Perbesar

Partai berkuasa Jepang, Liberal Democratic Party (LDP), pada Kamis (3/10) mengusulkan kenaikan pajak keberangkatan dari 1.000 yen (sekitar Rp105.000) menjadi 3.000 yen (sekitar Rp315.000) per orang. Langkah ini bertujuan untuk mengatasi berbagai tantangan yang muncul akibat lonjakan jumlah wisatawan mancanegara.

Usulan tersebut diajukan oleh panel LDP yang menangani isu pariwisata, sejalan dengan rencana pemerintahan Perdana Menteri Sanae Takaichi, yang sebelumnya telah mengemukakan ide serupa sebelum menjabat.

Panel tersebut menyimpulkan bahwa pajak yang mulai diberlakukan pada 2019 ini menjadi sumber pendapatan stabil bagi Jepang yang sedang menghadapi beban utang besar. Pemerintah menargetkan 60 juta wisatawan asing per tahun pada 2030.

Saat ini, semua penumpang yang meninggalkan Jepang—termasuk warga negara Jepang—harus membayar 1.000 yen per orang. Pada tahun fiskal 2024 (hingga Maret), Jepang mencatat pendapatan rekor sebesar 52,5 miliar yen hanya dari pajak ini.

Dana pajak tersebut digunakan untuk meningkatkan kenyamanan wisata, seperti memperbaiki akses informasi dan transportasi bagi pengunjung.

Tahun ini, Jepang diperkirakan akan mencatat jumlah wisatawan asing terbanyak sepanjang sejarah, setelah melampaui 30 juta pengunjung pada akhir September, dengan laju pertumbuhan yang sangat cepat.

Namun, di balik ledakan pariwisata ini, muncul berbagai masalah seperti kemacetan, kebisingan, polusi, dan perilaku wisatawan yang kurang sopan di beberapa daerah populer.

Ketua panel LDP, Ryuji Koizumi, menegaskan pentingnya menjadikan pariwisata sebagai industri berkelanjutan dengan menyesuaikan kebijakan di setiap daerah yang terdampak overtourism.

Sebagai bagian dari upaya menghadapi meningkatnya permintaan perjalanan udara, Bandara Narita di dekat Tokyo akan meningkatkan kapasitas lepas-landas dan pendaratannya dari 300.000 menjadi 340.000 kali per tahun mulai Minggu ini — peningkatan pertama dalam 15 tahun terakhir. Jumlah itu diperkirakan terus bertambah hingga 500.000 slot setelah landasan pacu baru selesai pada Maret 2029.

Bandara Narita, yang melayani terutama penerbangan internasional, mencatat lebih dari 20 juta penumpang asing pada tahun fiskal 2024.

Popularitas Jepang sebagai destinasi wisata juga didorong oleh melemahnya nilai yen, yang membuat biaya perjalanan ke Jepang menjadi lebih murah bagi wisatawan mancanegara.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Catat Rekor Terendah Sampah Makanan Selama Tiga Tahun Berturut-turut

1 July 2026 - 10:10 WIB

Jepang Siapkan Uji Coba Transplantasi Ginjal Babi ke Manusia Mulai 2028

30 June 2026 - 11:10 WIB

Festival Awa Odori di Jepang Jual Tiket VIP Rp55 Juta, Bisa Nonton dari Sofa Sambil Menikmati Hidangan Mewah

30 June 2026 - 10:10 WIB

Tim Samurai Blue Tersingkir di 32 Besar dari Piala Dunia, Kebobolan di Menit Akhir saat 1-2 Lawan Brasil

30 June 2026 - 07:12 WIB

Gempa Magnitudo 6,1 Kembali Guncang Jepang Timur Laut, Otoritas Waspadai Gempa Susulan

29 June 2026 - 12:10 WIB

Trending on News