Menu ✖

Dark Mode
Webtoon Populer The Remarried Empress Diadaptasi Menjadi Anime, Tayang Tahun Depan JR East Luncurkan Layanan Pembayaran Digital Baru Bernama “Teppay” pada 20 Oktober Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik, Dua Rudal Diperkirakan Jatuh di Luar Zona Ekonomi Eksklusif Jepang Trailer Final Godzilla Minus Zero Dirilis, Tayang di Jepang pada 3 November Anime Naruto Akan Crossover dengan Ninku, Manga Ninja yang Menginspirasi Masashi Kishimoto Kawasaki Heavy Industries Targetkan Penjualan Bisnis Pertahanan Tembus 1 Triliun Yen pada 2030-an

News

Guru di Jepang Bekerja Terlama di Dunia, Menurut Survei OECD

badge-check


					Guru di Jepang Bekerja Terlama di Dunia, Menurut Survei OECD Perbesar

Guru di Jepang tercatat memiliki jam kerja terpanjang di antara negara-negara anggota OECD, menurut hasil Teaching and Learning International Survey (TALIS) 2024 yang dirilis oleh Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD).

Dalam laporan tersebut, guru SMP penuh waktu di Jepang bekerja rata-rata 55,1 jam per minggu, sementara guru SD bekerja 52,1 jam. Angka ini merupakan yang tertinggi di antara seluruh negara OECD.

Survei TALIS meneliti lingkungan sekolah dan kondisi kerja guru di berbagai negara, dan tahun ini merupakan kali keempat survei dilakukan. Meski biasanya dilakukan setiap lima tahun, survei kali ini tertunda setahun akibat pandemi COVID-19.

Menurut Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Sains, dan Teknologi (MEXT) Jepang, jam kerja mingguan guru SD dan SMP menurun sekitar empat jam dibandingkan survei sebelumnya. Namun, jam kerja mereka masih jauh di atas rata-rata internasional — 14,1 jam lebih lama untuk guru SMP dan 11,7 jam lebih lama untuk guru SD.

Dalam perincian waktu kerja, guru SMP di Jepang hanya menghabiskan rata-rata 17,8 jam untuk kegiatan mengajar di kelas, lebih pendek dibandingkan rata-rata internasional sebesar 22,7 jam. Sebaliknya, waktu yang dihabiskan untuk tugas non-pengajaran jauh lebih tinggi, seperti:

  • Persiapan pelajaran: 8,2 jam (dibanding 7,4 jam rata-rata OECD)

  • Pembinaan kegiatan ekstrakurikuler: 5,6 jam (dibanding 1,7 jam)

  • Pekerjaan administratif dan laporan: 5,2 jam (dibanding 3,0 jam)

Selain itu, survei juga menyoroti penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam dunia pendidikan. Hanya 17% guru di Jepang yang melaporkan telah menggunakan AI di kelas dalam satu tahun terakhir — jauh di bawah rata-rata OECD sebesar 36%, dan menjadi terendah kedua setelah Prancis (14%).

Meskipun demikian, MEXT mencatat bahwa banyak guru di Jepang melihat potensi positif AI, seperti membantu pembelajaran yang dipersonalisasi atau mengotomatisasi pekerjaan administratif. Namun, proporsi guru Jepang yang khawatir AI dapat memperkuat bias dalam pola pikir siswa juga tercatat lebih tinggi dari rata-rata internasional.

Sc : nippon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik, Dua Rudal Diperkirakan Jatuh di Luar Zona Ekonomi Eksklusif Jepang

13 October 2026 - 10:10 WIB

Trailer Final Godzilla Minus Zero Dirilis, Tayang di Jepang pada 3 November

12 October 2026 - 17:10 WIB

Kawasaki Heavy Industries Targetkan Penjualan Bisnis Pertahanan Tembus 1 Triliun Yen pada 2030-an

12 October 2026 - 12:10 WIB

Unik! Bus Wisata Sushi di Tokyo Sajikan Sushi Berjalan dengan Conveyor Belt

12 October 2026 - 10:10 WIB

Kebugaran Fisik Perempuan Jepang Usia 30–40 Tahun Terus Menurun dalam 25 Tahun Terakhir

12 October 2026 - 07:39 WIB

Trending on News