Menu

Dark Mode
Jepang Catat Rekor Terendah Sampah Makanan Selama Tiga Tahun Berturut-turut Jepang Siapkan Uji Coba Transplantasi Ginjal Babi ke Manusia Mulai 2028 Festival Awa Odori di Jepang Jual Tiket VIP Rp55 Juta, Bisa Nonton dari Sofa Sambil Menikmati Hidangan Mewah Drama Panggung Spirited Away Gelar Tur Dunia, Perdana Tampil di Amerika Utara Tim Samurai Blue Tersingkir di 32 Besar dari Piala Dunia, Kebobolan di Menit Akhir saat 1-2 Lawan Brasil Belum Lama Tamat, Anime Wistoria: Wand and Sword Langsung Dapat Lampu Hijau untuk Season 3

News

Pelaku Penembakan Shinzo Abe Akui Bersalah: “Tidak Diragukan, Saya yang Melakukannya”

badge-check


					FILE PHOTO: Yang Jiechi (left), Politburo member of the Communist Party of China and the country's top diplomat, meets Japanese Prime Minister Shinzo Abe in Tokyo, Japan February 28, 2020.  Kimimasa Mayama/Pool via REUTERS/File Photo Perbesar

FILE PHOTO: Yang Jiechi (left), Politburo member of the Communist Party of China and the country's top diplomat, meets Japanese Prime Minister Shinzo Abe in Tokyo, Japan February 28, 2020. Kimimasa Mayama/Pool via REUTERS/File Photo

Tetsuya Yamagami (45), pria yang didakwa membunuh mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe pada tahun 2022, mengaku bersalah dalam sidang perdananya di Pengadilan Distrik Nara, Selasa (tanggal lokal).

“Benar. Tidak diragukan, saya yang melakukannya,” ujar Yamagami tenang di hadapan hakim, mengakui bahwa ia menembak Abe dengan senjata rakitan saat sang mantan perdana menteri sedang berpidato dalam kampanye di Nara, Jepang barat.

Kasus yang mengguncang Jepang ini menjadi sorotan karena mengungkap hubungan kontroversial antara Gereja Unifikasi (Unification Church) dan politisi Jepang, termasuk Abe sendiri.

Sidang ini akan berfokus pada apakah pengadilan akan memberikan keringanan hukuman, karena tim pembela menilai tindakan Yamagami dipengaruhi oleh masa kecil yang penuh penderitaan akibat penyalahgunaan agama.

Menurut pengacara, ibu Yamagami yang menjadi pengikut Gereja Unifikasi telah menyumbangkan sekitar 100 juta yen (sekitar Rp10,6 miliar) ke kelompok itu, hingga jatuh bangkrut. Perbuatan itu menghancurkan kondisi ekonomi dan emosional keluarga mereka.

“Dia menumbuhkan perasaan dendam yang kuat terhadap gereja itu karena hidupnya dan keluarganya hancur di bawah kendali mereka,” ujar pembela.

Jaksa menilai Yamagami berniat menembak Abe karena percaya tindakannya akan menarik perhatian publik terhadap Gereja Unifikasi. Namun mereka menegaskan bahwa penderitaan masa lalu tidak bisa menjadi alasan untuk mengurangi hukuman secara signifikan.

Abe dipilih sebagai target karena kakeknya, mantan PM Nobusuke Kishi, adalah sosok yang membawa Gereja Unifikasi ke Jepang pada 1950-an.

Dalam ruang sidang yang penuh sesak—727 orang mengantre untuk memperebutkan 32 kursi penonton—Yamagami tampak berambut panjang dan diikat ke belakang, menjawab singkat setiap pertanyaan hakim. Saat ditanya apakah dirinya pengangguran, ia menjawab, “Ya.”

Kehidupan Yamagami diwarnai tragedi: ayahnya meninggal pada 1984, ibunya bergabung dengan Gereja Unifikasi pada 1991, kakaknya bunuh diri pada 2015, dan dirinya sendiri pernah mencoba bunuh diri pada 2005.

Selain tuduhan pembunuhan, Yamagami juga didakwa melanggar undang-undang senjata api dan bahan peledak serta merusak properti saat melakukan uji tembak senjatanya.

Sidang berikutnya akan menghadirkan 12 saksi, termasuk ibunya. Putusan dijadwalkan pada 21 Januari mendatang.

Kasus ini memicu sorotan besar terhadap Gereja Unifikasi, yang dikenal karena praktik penggalangan dana agresif dan kini menghadapi perintah pembubaran dari pengadilan Jepang, meski masih mengajukan banding.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Catat Rekor Terendah Sampah Makanan Selama Tiga Tahun Berturut-turut

1 July 2026 - 10:10 WIB

Jepang Siapkan Uji Coba Transplantasi Ginjal Babi ke Manusia Mulai 2028

30 June 2026 - 11:10 WIB

Festival Awa Odori di Jepang Jual Tiket VIP Rp55 Juta, Bisa Nonton dari Sofa Sambil Menikmati Hidangan Mewah

30 June 2026 - 10:10 WIB

Tim Samurai Blue Tersingkir di 32 Besar dari Piala Dunia, Kebobolan di Menit Akhir saat 1-2 Lawan Brasil

30 June 2026 - 07:12 WIB

Gempa Magnitudo 6,1 Kembali Guncang Jepang Timur Laut, Otoritas Waspadai Gempa Susulan

29 June 2026 - 12:10 WIB

Trending on News