Pemerintah Jepang mengerahkan anggota Pasukan Bela Diri Darat (GSDF) ke Prefektur Akita pada Rabu (2/10) untuk membantu penanganan serangan beruang yang terus meningkat di wilayah tersebut. Namun, pasukan ini tidak diberi wewenang untuk membunuh beruang, melainkan hanya memberikan dukungan logistik.
Langkah ini diambil setelah serangkaian serangan beruang yang menewaskan beberapa orang di Akita dan berbagai daerah lain di Jepang.
Gubernur Akita Kenta Suzuki mengatakan bahwa pemerintah daerah dan lembaga lokal sudah kewalahan menghadapi situasi ini.
“Kami menerima permintaan darurat dari lapangan yang mengatakan mereka sudah tidak mampu menangani keadaan ini. Mustahil bagi kami untuk merespons hanya dengan sumber daya yang ada di prefektur, termasuk kepolisian dan asosiasi pemburu lokal,” ujar Suzuki.
“Sementara itu, nyawa dan harta benda warga terancam setiap hari.”
Atas dasar itu, Suzuki meminta bantuan Kementerian Pertahanan Jepang yang menaungi GSDF.
Meski jarang terjadi, pengerahan pasukan untuk penanganan hewan liar bukan yang pertama kalinya. Pada 2010-an, GSDF pernah memberikan bantuan logistik di Hokkaido untuk membantu membasmi rusa Yezo yang merusak tanaman pertanian.
Suzuki, yang juga merupakan mantan anggota GSDF, mengajukan permintaan resmi minggu lalu agar pasukan dikirim ke wilayahnya. Pada Rabu, personel GSDF mulai ditempatkan di Kota Kazuno, Akita.
Mereka akan bertugas mengangkut perangkap yang digunakan untuk menangkap beruang, sementara pemasangan dan penanganan langsung tetap dilakukan oleh anggota asosiasi pemburu lokal di prefektur tersebut.
Sc : JT







