Menu ✖

Dark Mode
Trailer Final Godzilla Minus Zero Dirilis, Tayang di Jepang pada 3 November Anime Naruto Akan Crossover dengan Ninku, Manga Ninja yang Menginspirasi Masashi Kishimoto Kawasaki Heavy Industries Targetkan Penjualan Bisnis Pertahanan Tembus 1 Triliun Yen pada 2030-an Unik! Bus Wisata Sushi di Tokyo Sajikan Sushi Berjalan dengan Conveyor Belt Kebugaran Fisik Perempuan Jepang Usia 30–40 Tahun Terus Menurun dalam 25 Tahun Terakhir Anime Macross Frontier Akan Rilis Blu-ray Deluxe Edition pada 2027

News

Marak Serangan Beruang ke Penduduk, Polisi Jepang Kini Diizinkan Gunakan Senapan untuk Menembak Beruang

badge-check


					Marak Serangan Beruang ke Penduduk, Polisi Jepang Kini Diizinkan Gunakan Senapan untuk Menembak Beruang Perbesar

Badan Kepolisian Nasional Jepang (NPA) resmi mengubah aturan yang memperbolehkan petugas kepolisian menggunakan senapan untuk menembak beruang, menyusul meningkatnya serangan beruang terhadap manusia di berbagai daerah.

Sebelumnya, penggunaan senapan oleh polisi hanya diperbolehkan dalam situasi ekstrem seperti penyanderaan atau serangan bersenjata. Namun, aturan baru yang mulai berlaku 13 November ini memperluas izin tersebut — khususnya untuk menghadapi ancaman beruang di wilayah yang terdampak parah seperti Prefektur Iwate dan Akita.

Dalam dua prefektur tersebut, satuan senjata api kepolisian dari daerah lain akan bekerja sama dengan asosiasi pemburu lokal untuk memahami perilaku beruang dan cara penanganan yang efektif.

Polisi kini diizinkan menembak beruang yang muncul di area permukiman jika situasinya mendesak dan tidak memungkinkan menunggu izin resmi dari pemerintah daerah.

Setiap prefektur akan memiliki dua tim khusus yang terdiri dari seorang komandan, petugas penghubung dengan pemerintah daerah, serta dua penembak jitu.

Menurut data Kementerian Lingkungan Jepang, jumlah korban tewas akibat serangan beruang sejak April telah mencapai 13 orang — rekor tertinggi yang pernah tercatat.

Langkah ini diambil setelah Sekretaris Kabinet Minoru Kihara meminta kepolisian meninjau kembali aturan penggunaan senjata api untuk menghadapi ancaman beruang. Pada awal minggu ini, petugas juga dikirim ke Iwate dan Akita untuk menilai situasi langsung di lapangan.

Saat ini, Jepang memiliki sekitar 2.100 personel satuan senjata api di bawah unit anti huru-hara, yang dilengkapi senapan dan senjata otomatis ringan untuk menangani insiden bersenjata.

Sebelum aturan baru ini, polisi biasanya hanya mengevakuasi warga, mengamankan area sekitar, dan berpatroli di jalur sekolah tempat beruang sering terlihat.

Lima prefektur di wilayah timur laut Jepang — Iwate, Akita, Aomori, Miyagi, dan Yamagata — tahun ini mengalami gagal panen parah pada biji pohon beech, sumber makanan utama beruang. Kekurangan makanan di alam liar diduga menjadi penyebab meningkatnya jumlah beruang yang masuk ke area permukiman manusia.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Trailer Final Godzilla Minus Zero Dirilis, Tayang di Jepang pada 3 November

12 October 2026 - 17:10 WIB

Kawasaki Heavy Industries Targetkan Penjualan Bisnis Pertahanan Tembus 1 Triliun Yen pada 2030-an

12 October 2026 - 12:10 WIB

Unik! Bus Wisata Sushi di Tokyo Sajikan Sushi Berjalan dengan Conveyor Belt

12 October 2026 - 10:10 WIB

Kebugaran Fisik Perempuan Jepang Usia 30–40 Tahun Terus Menurun dalam 25 Tahun Terakhir

12 October 2026 - 07:39 WIB

Anime Macross Frontier Akan Rilis Blu-ray Deluxe Edition pada 2027

9 October 2026 - 18:10 WIB

Trending on News