Menu

Dark Mode
ANA Turunkan Fuel Surcharge Penerbangan Jepang–Eropa & Amerika hingga ¥10.000 Crunchyroll Amankan Hak Distribusi Film Baru Makoto Shinkai, Judulnya Masih Dirahasiakan Google Buka Toko Resmi Pertama di Luar AS, Lokasinya di Tokyo Mulai Hari Ini, Jepang Bisa Penjarakan Pelaku Penodaan Bendera Nasional hingga 2 Tahun Sony & TSMC Investasi Rp77 Triliun untuk Produksi Sensor Kamera Generasi Baru di Kumamoto BYD Racco, Kei Car Listrik China yang Dibuat Khusus untuk Pasar Jepang, Tembus Penjualan 1000 Unit dalam 2 Minggu

News

Marak Serangan Beruang ke Penduduk, Polisi Jepang Kini Diizinkan Gunakan Senapan untuk Menembak Beruang

badge-check


					Marak Serangan Beruang ke Penduduk, Polisi Jepang Kini Diizinkan Gunakan Senapan untuk Menembak Beruang Perbesar

Badan Kepolisian Nasional Jepang (NPA) resmi mengubah aturan yang memperbolehkan petugas kepolisian menggunakan senapan untuk menembak beruang, menyusul meningkatnya serangan beruang terhadap manusia di berbagai daerah.

Sebelumnya, penggunaan senapan oleh polisi hanya diperbolehkan dalam situasi ekstrem seperti penyanderaan atau serangan bersenjata. Namun, aturan baru yang mulai berlaku 13 November ini memperluas izin tersebut — khususnya untuk menghadapi ancaman beruang di wilayah yang terdampak parah seperti Prefektur Iwate dan Akita.

Dalam dua prefektur tersebut, satuan senjata api kepolisian dari daerah lain akan bekerja sama dengan asosiasi pemburu lokal untuk memahami perilaku beruang dan cara penanganan yang efektif.

Polisi kini diizinkan menembak beruang yang muncul di area permukiman jika situasinya mendesak dan tidak memungkinkan menunggu izin resmi dari pemerintah daerah.

Setiap prefektur akan memiliki dua tim khusus yang terdiri dari seorang komandan, petugas penghubung dengan pemerintah daerah, serta dua penembak jitu.

Menurut data Kementerian Lingkungan Jepang, jumlah korban tewas akibat serangan beruang sejak April telah mencapai 13 orang — rekor tertinggi yang pernah tercatat.

Langkah ini diambil setelah Sekretaris Kabinet Minoru Kihara meminta kepolisian meninjau kembali aturan penggunaan senjata api untuk menghadapi ancaman beruang. Pada awal minggu ini, petugas juga dikirim ke Iwate dan Akita untuk menilai situasi langsung di lapangan.

Saat ini, Jepang memiliki sekitar 2.100 personel satuan senjata api di bawah unit anti huru-hara, yang dilengkapi senapan dan senjata otomatis ringan untuk menangani insiden bersenjata.

Sebelum aturan baru ini, polisi biasanya hanya mengevakuasi warga, mengamankan area sekitar, dan berpatroli di jalur sekolah tempat beruang sering terlihat.

Lima prefektur di wilayah timur laut Jepang — Iwate, Akita, Aomori, Miyagi, dan Yamagata — tahun ini mengalami gagal panen parah pada biji pohon beech, sumber makanan utama beruang. Kekurangan makanan di alam liar diduga menjadi penyebab meningkatnya jumlah beruang yang masuk ke area permukiman manusia.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

ANA Turunkan Fuel Surcharge Penerbangan Jepang–Eropa & Amerika hingga ¥10.000

13 August 2026 - 17:10 WIB

Google Buka Toko Resmi Pertama di Luar AS, Lokasinya di Tokyo

13 August 2026 - 13:34 WIB

Mulai Hari Ini, Jepang Bisa Penjarakan Pelaku Penodaan Bendera Nasional hingga 2 Tahun

13 August 2026 - 10:10 WIB

Sony & TSMC Investasi Rp77 Triliun untuk Produksi Sensor Kamera Generasi Baru di Kumamoto

13 August 2026 - 06:39 WIB

BYD Racco, Kei Car Listrik China yang Dibuat Khusus untuk Pasar Jepang, Tembus Penjualan 1000 Unit dalam 2 Minggu

12 August 2026 - 11:10 WIB

Trending on News