Menu

Dark Mode
Turis Asing Diserang Beruang Saat Berjalan di Dekat Danau Towada, Aomori Boruto: Two Blue Vortex Libur Terbit Bulan Ini, Chapter Baru Kembali September 71,7% Warga Jepang Khawatir Kondisi Keuangan Negara Memburuk Usai Pajak Makanan Dipangkas Warga Asing di Kumamoto Kesulitan Dapat Informasi Gempa, Hanya 3 dari 19 Kota Punya Layanan Khusus Menyamar Jadi Orang Asing, Pria Jepang Mencoba Merampok Sebuah Konbini di Gunma Berhasil Ditangkap Polisi Manga Leviathan Bakal Diadaptasi Jadi Film Live-Action, Tayang 2027

News

Separuh Siswa SMA di Oita Mengaku “Kecanduan Internet”, Waktu Online Meningkat

badge-check


					Separuh Siswa SMA di Oita Mengaku “Kecanduan Internet”, Waktu Online Meningkat Perbesar

Sekitar setengah dari siswa SMA di Prefektur Oita, Jepang barat, mengaku merasa “kecanduan internet” berdasarkan hasil survei terbaru pemerintah daerah setempat. Temuan ini muncul di tengah kekhawatiran meningkatnya waktu yang dihabiskan remaja di dunia maya.

Survei tahunan bertajuk “survey on youth internet usage” tersebut menargetkan sekitar 1.500 siswa dari kelas 2 dan 5 SD, kelas 2 SMP, dan kelas 1 SMA, dengan total 1.384 jawaban terkumpul.

Sebanyak 94,4% responden menyatakan menggunakan internet dalam kehidupan pribadi mereka. Pada siswa SMA, angka ini mencapai 100%. Perangkat yang paling banyak digunakan adalah smartphone, sementara aktivitas populer meliputi menonton video (84,5%), bermain media sosial (67,7%), dan bermain gim online (65,5%).

Hal lain yang disorot adalah meningkatnya durasi penggunaan internet pada hari sekolah. 60,4% siswa SMP (naik dari 58,7% tahun sebelumnya) dan 61,2% siswa SMA (naik dari 56,5%) melaporkan menghabiskan lebih dari dua jam per hari di dunia maya. Selain itu, 32,7% siswa SMP dan 51,2% siswa SMA mengatakan mereka merasa sudah kecanduan internet.

Saat ditanya dampak penggunaan internet terhadap kehidupan sehari-hari, para siswa menyebutkan sisi positif seperti “lebih sering mencari tahu hal yang tidak mereka ketahui sendiri” (58,9%) dan “mendapat lebih banyak teman” (44,4%). Namun, ada pula dampak negatif yang cukup menonjol, termasuk kurang tidur (24,3%) dan nilai pelajaran menurun (15,1%).

Dari sisi pencegahan, 62,3% siswa SMP dan SMA menilai pentingnya “berdiskusi dengan orang tua” terkait penggunaan internet yang aman. Pihak dinas perencanaan gaya hidup dan lingkungan Prefektur Oita menekankan bahwa keluarga perlu memiliki kesempatan untuk membicarakan aturan penggunaan internet di rumah.

Sc ; mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Turis Asing Diserang Beruang Saat Berjalan di Dekat Danau Towada, Aomori

24 August 2026 - 13:10 WIB

71,7% Warga Jepang Khawatir Kondisi Keuangan Negara Memburuk Usai Pajak Makanan Dipangkas

24 August 2026 - 10:10 WIB

Warga Asing di Kumamoto Kesulitan Dapat Informasi Gempa, Hanya 3 dari 19 Kota Punya Layanan Khusus

24 August 2026 - 07:07 WIB

Menyamar Jadi Orang Asing, Pria Jepang Mencoba Merampok Sebuah Konbini di Gunma Berhasil Ditangkap Polisi

22 August 2026 - 13:28 WIB

Kereta Ekspres Tabrak Pekerja di Jalur Rel Tochigi, 4 Orang Dilaporkan Tewas

21 August 2026 - 12:10 WIB

Trending on News