Menu

Dark Mode
Toyota Perkuat Peran di Joby Aviation, Dorong Produksi Taksi Udara Lewat Sistem TPS Resmi Dihentikan, Anime Terminator Zero Tak Akan Berlanjut ke Season Berikutnya Kata Jepang yang Dipakai Saat Memesan Minuman Pekerja Tewas Terbakar dalam Tradisi Pembakaran Padang Rumput di Yamaguchi Jepang Minta Data Kewarganegaraan Penghuni Asing Rumah Susun, Alasan Evakuasi dan Ketertiban 3 Anak Remaja di Daerah Dotonbori Osaka Jadi Korban Penusukan, 1 Orang Meninggal

News

Hubungan Memanas, China Peringatkan Warganya Tidak Pergi ke Jepang

badge-check


					Hubungan Memanas, China Peringatkan Warganya Tidak Pergi ke Jepang Perbesar

Ketegangan diplomatik antara China dan Jepang kembali meningkat setelah Beijing mengeluarkan peringatan perjalanan yang meminta warganya menghindari sementara kunjungan ke Jepang. Peringatan tersebut dirilis melalui unggahan video oleh Kedutaan Besar China di Jepang pada Jumat (14/11/2025).

Dalam pernyataannya, China menilai bahwa sejumlah komentar terbaru dari pimpinan Jepang mengenai isu Taiwan telah memicu suasana yang tidak kondusif bagi hubungan kedua negara. Pemerintah China menyebut pernyataan tersebut sangat provokatif dan dapat memicu meningkatnya risiko keamanan bagi warga negara China yang berada di Jepang. Karena itu, mereka mendesak agar masyarakat menunda rencana perjalanan ke Jepang hingga situasi dinilai lebih aman.

Langkah China itu memunculkan reaksi cepat dari Tokyo. Pada Sabtu (15/11/2025), pemerintah Jepang melayangkan protes resmi dan meminta Beijing untuk segera mengambil langkah yang tepat. Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Minoru Kihara mengatakan bahwa pihaknya telah menyampaikan keberatan melalui jalur diplomatik dan meminta China tidak menimbulkan kekhawatiran yang tidak perlu.

Ketegangan terbaru ini dipicu oleh pernyataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dalam sidang parlemen pada awal November. Ia menyampaikan bahwa serangan China terhadap Taiwan dapat memicu pengerahan kekuatan militer Jepang karena dapat mengancam keamanan negara. Pemerintah China langsung mengecam pernyataan tersebut dan menyebutnya sebagai bentuk campur tangan yang tidak dapat diterima dalam urusan dalam negeri mereka.

Situasi ini juga mulai berdampak pada sektor pariwisata. Sejumlah maskapai besar asal China, seperti Air China, China Southern, dan China Eastern, telah mengumumkan refund penuh bagi penumpang yang membatalkan perjalanan ke Jepang hingga akhir 2025, termasuk pemberian opsi perubahan jadwal secara gratis.

Hubungan China dan Jepang selama ini dikenal penuh dinamika, terutama terkait isu sejarah, sengketa teritorial, serta pengaruh geopolitik di kawasan. Namun kali ini, ketegangan mulai berimbas pada hubungan antar masyarakat dan aktivitas ekonomi yang sudah pulih pascapandemi.

Belum ada indikasi kapan situasi akan mereda, namun baik Jepang maupun China sama-sama menyatakan masih membuka jalur komunikasi diplomatik untuk mencegah ketegangan berkembang ke arah yang lebih serius.

Sc :CNN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pekerja Tewas Terbakar dalam Tradisi Pembakaran Padang Rumput di Yamaguchi

16 February 2026 - 15:10 WIB

Jepang Minta Data Kewarganegaraan Penghuni Asing Rumah Susun, Alasan Evakuasi dan Ketertiban

16 February 2026 - 14:10 WIB

3 Anak Remaja di Daerah Dotonbori Osaka Jadi Korban Penusukan, 1 Orang Meninggal

16 February 2026 - 11:10 WIB

Bus Kota Kyoto Ubah Sistem Naik-Turun Penumpang Demi Atasi Overcrowding Turis

16 February 2026 - 10:10 WIB

Kagoshima Kucurkan Rp3,5 Triliun untuk Dongkrak Pariwisata, Wisatawan Asing Jadi Kunci

14 February 2026 - 16:10 WIB

Trending on News