Ketegangan diplomatik antara China dan Jepang kembali meningkat setelah Beijing mengeluarkan peringatan perjalanan yang meminta warganya menghindari sementara kunjungan ke Jepang. Peringatan tersebut dirilis melalui unggahan video oleh Kedutaan Besar China di Jepang pada Jumat (14/11/2025).
Dalam pernyataannya, China menilai bahwa sejumlah komentar terbaru dari pimpinan Jepang mengenai isu Taiwan telah memicu suasana yang tidak kondusif bagi hubungan kedua negara. Pemerintah China menyebut pernyataan tersebut sangat provokatif dan dapat memicu meningkatnya risiko keamanan bagi warga negara China yang berada di Jepang. Karena itu, mereka mendesak agar masyarakat menunda rencana perjalanan ke Jepang hingga situasi dinilai lebih aman.
Langkah China itu memunculkan reaksi cepat dari Tokyo. Pada Sabtu (15/11/2025), pemerintah Jepang melayangkan protes resmi dan meminta Beijing untuk segera mengambil langkah yang tepat. Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Minoru Kihara mengatakan bahwa pihaknya telah menyampaikan keberatan melalui jalur diplomatik dan meminta China tidak menimbulkan kekhawatiran yang tidak perlu.
Ketegangan terbaru ini dipicu oleh pernyataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dalam sidang parlemen pada awal November. Ia menyampaikan bahwa serangan China terhadap Taiwan dapat memicu pengerahan kekuatan militer Jepang karena dapat mengancam keamanan negara. Pemerintah China langsung mengecam pernyataan tersebut dan menyebutnya sebagai bentuk campur tangan yang tidak dapat diterima dalam urusan dalam negeri mereka.
Situasi ini juga mulai berdampak pada sektor pariwisata. Sejumlah maskapai besar asal China, seperti Air China, China Southern, dan China Eastern, telah mengumumkan refund penuh bagi penumpang yang membatalkan perjalanan ke Jepang hingga akhir 2025, termasuk pemberian opsi perubahan jadwal secara gratis.
Hubungan China dan Jepang selama ini dikenal penuh dinamika, terutama terkait isu sejarah, sengketa teritorial, serta pengaruh geopolitik di kawasan. Namun kali ini, ketegangan mulai berimbas pada hubungan antar masyarakat dan aktivitas ekonomi yang sudah pulih pascapandemi.
Belum ada indikasi kapan situasi akan mereda, namun baik Jepang maupun China sama-sama menyatakan masih membuka jalur komunikasi diplomatik untuk mencegah ketegangan berkembang ke arah yang lebih serius.
Sc :CNN







